Minggu, 19 Mei 2019 | 19:29 WIB
Kartel dituding sebagai dalang atas membanjirnya barang impor di sentra-sentra pangan dalam negeri.
DPR Tuding Kartel di Balik Banjirnya Impor di Sentra-sentra Pangan
Rabu, 12 Oktober 2011 | 23:05 WIB
-
Skalanews - Bahan pangan impor kini telah membanjiri sentra-sentra penghasil pangan seperti beras, kentang, bawang merah. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo mengaku prihatin atas kondisi tersebut.

"Misalnya bahan pangan impor garam yang membanjiri Pamekasan yang merupakan daerah penghasil garam, impor bawang merah yang membanjiri Brebes, kentang impor yang membanjiri Dieng Jateng yang merupakan penghasil kentang," kata Firman, Jakarta, Rabu (12/10).

Kebijakan impor yang membanjiri sentra-sentra penghasil pangan, menurut dia, seharusnya tidak perlu terjadi. "Saya menenggarai, ada kelompok tertentu dibelakang kebijakan impor tersebut. Saya menilai ada 'cartel' dibalik itu untuk kepentingan 2014," ujar Firman.

Kementerian Perdagangan melalui menterinya, dinilai dia, tidak mungkin menerapkan kebijakan impor pangan sendiri. "Tak mungkin Mari Elka begitu berani menabrak rambu-rambu kecuali ada yang memback up. Kebijakan impor itu berkaitan hajat hidup orang banyak," ungkap Firman.

Dengan kian dekatnya pemilu, lanjut dia, makin banyak pengimpor dilakukan kelompok atau
kartel guna mendapatkan fee. Terkait hal itu, Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah II (Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta) Partai Golkar ini meminta agar orang 'kuat' atau kartel di balik kebijakan impor itu untuk segera ditelusuri dan diusut.

"Cari siapa pemainnya. Siapa importirnya, dengan tahu siapa importirnya, maka akan mudah diketahui orang 'kuat' itu," ujar Firman.

Terkait pihak Kementerian Perdagangan dan Pertanian yang tak bisa memberikan data-data soal impor yang dilakukan, ia mengaku sangat menyayangkan. "Ada kesengajaan pelemahan data dari Kemendag sehingga menyulitkan DPR RI untuk mengusut," tandasnya. (mad)