Rabu, 26 Juni 2019 | 04:53 WIB
Sebab, produktivitas padi di Jawa baru sekitar lima ton perhektare, sedangkan di negara Asia lain bisa mencapai sembilan ton perhektare. Angka tersebut separuhnya dikarenakan kerugian pascapanen.
AS Suntikan 21 Juta Dolar untuk Pabrik Giling Padi Modern
Jumat, 28 Oktober 2011 | 21:27 WIB
Pabrik penggilingan padi - ilustrasi -
Skalanews - Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) mengucurkan dana sekitar 21 juta dolar untuk pembiayaian pembangunan dan perngoperasian pabrik giling padi modern di Mojokerto, Jawa Timur.

Sebab, produktivitas padi di Jawa baru sekitar lima ton perhektare, sedangkan di negara Asia lain bisa mencapai sembilan ton perhektare. Angka tersebut separuhnya dikarenakan kerugian pascapanen.

Kesepakatan itu merupakan hasil penandatanganan perjanjian kredit antara PT Lumbung Padi Indonesia (LPI) dan Perusahaan Investasi Swasta Luar Negeri Amerika Serikat (OPIC). Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan langsung Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (28/10).

Perusahaan yang ikut mensponsori PT LPI itu terdiri dari Totah Associates dari AS serta Farma International Pte Ltd dari Singapura. Sedangkan penasihat keuangan PT LPI ditunjuk Delphos International.

"Proyek ini contoh kerja sama Amerika Serikat dan Indonesia dalam meningkatkan keamanan pangan rakyat Indonesia menggunakan permodalan dan teknologi Amerika, meningkatkan panen dan mengurangi kerugian pascapanen," beber Marciel.

OPIC tengah meningkatkan dukungan untuk investasi di Indonesia, sebagai bagian dari Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia. Salah satu akar masalah ketidakefisienan dalam industri beras adalah kerugian pada proses pascapanen, sebelum distribusi ke pembeli.

Fasilitas PT LPI yang baru ini akan memotong kerugian, yang mencapai sekitar 20 persen dari hasil panen tersebut, yang disebabkan proses pengeringan di bawah sinar matahari yang tidak efisien serta proses penggilingan padi dengan teknologi kuno.
 
"Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan OPIC dalam proyek ini, yang menjadi langkah awal Indonesia menuju swasembada beras. Proyek ini menjadi yang pertama dari sekian banyak proyek serupa yang akan kami gulirkan di Tanah Air," kata Presiden Direktur PT LPI, Fara Luwia.
 
Pada awalnya pabrik penggilingan padi tersebut rencananya mengurangi kerugian yang timbul dari proses pengeringan di bawah sinar matahari, penyimpanan, serta penggilingan hingga sebesar 6 persen. Lebih dari 50.000 keluarga petani di Jawa Timur diharapkan akan merasakan manfaatnya.

Perusahaan penggilingan padi ini akan menjadi pembeli tetap ketika masa panen puncak, bahkan ketika harga gabah jatuh dan petani sulit untuk mencari pembeli. PT LPI akan membantu sekitar 200 pabrik penggilingan padi skala kecil dan menengah di wilayah sekitar dengan membeli gabah yang belum selesai digiling untuk diproses lebih lanjut.

Pembangunan ekonomi wilayah yang juga akan dihasilkan adalah penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan kejuruan dan bantuan pendidikan dari PTLPI. Bila pabrik ini telah berjalan penuh, P TLPI berencana untuk mempekerjakan langsung lebih dari 50 orang. [mad]

  
  
Berita Terkait: