Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:27 WIB
Pada pemanggilan kali ini Andi mengaku membawa surat dan dokumen terkait jabatanya di KPU.
Andi Nurpati Dikonfrontir Dengan Staf dan Mantan Supir
Kamis, 28 Juli 2011 | 13:03 WIB
Mantan anggota KPU Andi Nurpati kembali di periksa -
Jakarta - Hari ini Mabes Polri memanggil mantan Komisioner KPU Andi Nurpati, rencananya Andi akan dikonfrontir dengan staf KPU Sugiharto dan Madnur. Selain dua staf KPU, mantan sopir Andi Nurpati, Aryo juga tampak hadir.

"Iya saya rencananya dikonfrontir dengan Masyhuri Hasan dan dengan mantan sopir dan staf, saya nggak tahu ada yang lain mau dikonfrontir," kata Andi saat mendatangi Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (28/7).

Dia menjelaskan, dia juga membawa surat dan dokumen terkait jabatannya di KPU. Dokumen itu nanti akan diserahkan kepada penyidik. "Dokumen-dokumen yang hubungannya dengan orang tadi misal persuratan, dan surat yang masuk ke KPU, surat yang diperoleh sopir saya," katanya.

Andi Nurpati membantah jika dirinya terlibat dalam konspirasi mafia pemilu. Dia mengaku tidak memiliki kepentingan memalsukan surat MK. Terkait ketidakhadirannya di rekonstruksi, Andi enggan menjelaskan alasannya. "Saya dengar masih ada lagi. Kalau di MK kan apa peran saya di sana. Paling di KPU dan Jak TV," katanya.

Dalam kasus surat palsu MK, polisi telah menetapkan mantan juru panggil MK Masyhuri Hasan sebagai tersangka. Kasus ini bermula dari laporan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD terkait surat keputusan yang diterbitkan Mahkamah Konstitusi yang meloloskan Partai Hanura di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I yang saat itu diusung oleh Dewi Yasin Limpo ke kursi DPR RI yang diduga palsu. (wah)