Jumat, 18 Oktober 2019 | 11:27 WIB
Sejumlah nasabah Bank Century mengajukan gugatan kelompok (class action) karena dinilai melanggar hukum sekaligus meminta agar duitnya dikembalikan
Gugatan Kelompok Nasabah Bank Century Mulai Mediasi
Jumat, 5 Agustus 2011 | 02:36 WIB
Warisan PT Bank Century, Tbk, yang kini berubah jadi PT Bank Mutiara, Tbk masih menyisakan masalah hukum/foto ist -
Jakarta – Persoalan yang melilit PT Bank Century, Tbk, yang kini berubah nama jadi PT Bank Mutiara, Tbk ternyata masih menyisakan masalah hukum.

Sekelompak nasabah melayangkan gugatan kelompok (class action) kepada Bank Century yang menggangap bank tersebut telah melakukan pelanggaran hukum terhadap para nasabahnya. Bank itu dituding telah melakukan tindak pidana penipuan.

Dalam persidangan yang pimpin Ketua Majelis Hakim, Eka Budi Prijatna di PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Kamis, (4/8/2011) itu menyatakan mulai memasuki putusan sela. Bahwa permohonan sejumlah nasabah tersebut sudah memenuhi syarat formal gugatan class action sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 1 Tahun 2002.

"Gugatan para penggugat dinyatakan sah dan memenuhi persyaratan gugatan class action," katanya di muka persidangan

Untuk itu majelis hakim memberikan waktu kepada para pihak untuk melakukan mediasi dengan menunjuk hakim, Marsudin Nainggolan sebagai hakim mediator.

Atas putusan sela itu, menurut kuasa hukum Bank Century, Erick S Paat ditemui usai persidangan mengatakan tetap menghormati putusan hakim tersebut dan pihaknya siap melakukan mediasi, yang dilakukan mulai pekan depan.

Namun, tambah Erick sebenarnya, gugatan tersebut salah alamat karena, seharusnya para nasabah tersebut mengajukan gugatan ke Antaboga. Sebab perusahaan Antaboga inilah para penggugat itu memiliki ikatan hukum, sementara Bank Century di sini hanyalah bertindak sebagai penampung uang dari rekening Antaboga.

"Mereka (penggugat) hanya mengaku sebagai nasabah Bank Century, padahal sebenarnya mereka bukan nasabah Bank Century," kilahnya.

Sebelumnya, gugatan kelompok ini diajukan oleh tujuh orang nasabah Bank Century. Mereka, yakni, Cahyadi Candra Mulia, Lie Andry, Lim Hoa Hong, Esther Nuryadi, GO Kim Moi, Oh Eng San, dan Liauw Hing Lok. Dalam berkasnya, ketujuh orang nasabah ini mengajukan mengugat kepada PT Bank Century, PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia, Bank Indonesia, dan Bapepam-LK.

Dalam gugatannya, seperti dijelaskan salah satu penggugatna, Cahyadi Candra Mulia bahwa meminta PN Jakarta Pusat menghukum Bank Century dan Antaboga agar melunasi kerugian material dan imaterial kepada para nasabah Bank Century yang nilai besarannya ditentukan kemudian.

Sebagai contoh, tambah Cahyadi saat ini dirinya memiliki uang yang masih tersimpan di Bank Century sekitar Rp 5 miliar. Dari jumlah tersebut dirinya meminta Bank Century agar mengembalikan uangnya beserta bunganya sebesar 13 persen per tahun terhitung sejak 1 September 2008.

"Bank Century telah menipu para nasabahnya dengan melakukan penjualan produk Reksa Dana dan discretionary fund secara melanggar hukum. Selain itu, Bank Century juga diklaim telah memberi informasi menyesatkan terhadap nasabah mengenai produk Reksa Dana tersebut yakni bahwa produk Reksa Dana itu sejenis dengan produk deposito," terang Cahyadi.

Atas perbuatan itu, Bank Century dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum serta melanggar Pasal 29 ayat 4 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia No 7 Tahun 2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah. (bus)