Minggu, 26 Januari 2020 | 14:54 WIB
Edarkan Sabu-sabu, Pengemudi GoJek Ditangkap
Sabtu, 3 Oktober 2015 | 21:02 WIB
(Ilustrasi) - [Ist]

Skalanews - Seorang pengemudi GoJek, Supriono diringkus jajaran Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, karena kedapatan menjual narkotika jenis sabu-sabu. Kepada penyidik Kepolisian, Supriono mengaku sering memanfaatkan profesinya untuk memuluskan penjulan narkoba.

"Biasanya saya pakai ini (jaket GoJek) biar tidak ketahuan polisi beli atau antar sabu ke konsumen," kata Supriono, Sabtu (3/10).

Dirinya juga menjelaskan bahwa  sabu tersebut ia beli ke salah satu rekannya yang saat ini masih diburu petugas dengan harga satu gram sabu Rp 1.400.000. Kemudian dijadikan menjadi lima paket kecil dan dia jual dengan harga Rp400 ribu per paket.

"Kalau satu gram sabu saya biasanya dapat untung Rp600 ribu. Biasanya dua hari sudah habis. Saya baru dua bulan jalankan ini,"  tuturnya.

Dia menyebutkan, nekat  menjual barang haram tersebut  lantaran penghasilan dari GoJek tidak dapat membendungi kebutuhan hidup sehari-hari.

Supriono yang baru dua bulan bergabung dengan GoJek tertarik setelah mendengar penghasilan yang didapatkan cukup fantastis. Namun saat dijalani ternyata dalam sehari bapak tiga anak ini hanya mampu menghasilkan uang Rp100 ribu dari pekerjaannya sebagi tukang GoJek.

"Saya gabung ke GoJek habis lebaran. Tidak ada penghasilan belasan juta, dulu baru masuk sehari bisa dapat Rp300 ribu, sekarang susah paling banter itu Rp100 ribu," ujarnya.

Jajaran Polsek Tanjung Duren sendiri meringkusnya di Jalan Pedongkelan RT08/08 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dari tangan pelaku diamankan dua paket kecil sabu siap edar seberat 0,3 gram dan satu buah smartphone merk Samsung.

Penangkapan Supriono bermula dari adanya informasi masyarakat terkait pelaku sering melakukan transaksi barang haram tersebut di wilayah hukum Polsek Tanjung Duren. (Bisma Rizal/buj)