Rabu, 26 Februari 2020 | 10:54 WIB
Facebook Rencana Peserta Aksi Hakim Indonesia Menggugat Presiden dan DPR RI diikuti 3000 orang lebih.
Penggagas Aksi Hakim, Siap Dipanggil MA
Selasa, 26 April 2011 | 08:57 WIB
-
Jakarta -  Andy Nurvita, hakim di Pengadilan Negeri Yogyakarta, yang mempelopori gerakan aksi hakim lewat situs jejaring sosial Facebook, tidak merasa gentar dipanggil oleh Mahkamah Agung (MA).

Lewat Grup Facebook-nya bernama Rencana Peserta Aksi Hakim Indonesia Menggugat Presiden dan DPR RI, Andy terus menyuarakan semangat perjuangannya kepada para hakim di negeri ini.  Seperti yang tertuang dalam wall halaman grup facebook-nya, Rabu (20/4).  

"Selamat pagi hakim Indonesia !!! Kobarkan terus semangat perjua gan kemerdekaan kekuasaan kehakiman dalam jiwamu!!! Bravo hakim Indonnesia!!! Pantang surut nyali dalam perjuangan!!! Jayalah selalu Indonesia Tercinta tanah tumpah darahku," tulis Andy Nurvita.

Sebelumnya, Juru Bicara MA, Hatta Ali, menyatakan bakal memanggil Andy Nurvita guna mengklarifikasi maksud dan tujuan mendirikan grup di jejaring sosial facebook yang menuntut kesejahteraan hakim.

"Saya sudah menelpon Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta ternyata hakim itu memang benar-benar ada. Nama Andi Nurvita masuk ke dalam grup itu dan sebagian hakim lainnya juga ada di sana," ungkap Hatta, Selasa (19/4) kemarin.

Hatta melanjutkan, kesejahteraan hakim memang kurang. Ada beberaoa tunjangan dan fasilitas yang diamanatkan UU belum diwujudkan. Apalagi remunerasi hingga saat ini baru terealisasikan sebesar 70 persen saja dari yang dijanjikan.

"Mungkin hakim-hakim daerah di dalam menunggu terasa lama. Kok nggak nongol-nongol. Angin segar tidak ada. Sampai saat ini belum juga. Mungkin ini yang mempengaruhi Andi Nurvita berinisiatif dalam fesbuk. Hakim lain melihat dukung-dukung aja. Non hakim ada juga mendukung," papar Hatta.

Oleh sebab itu, Hatta yang juga Ketua Umum Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) berjanji bakal mendukung kesejahteraan hakim. Namun, sambungnya, ia menyayangkan cara berupa penggalangan dukungan dan rencana aksi demonstrasi.

"Salah satu tugas IKAHI mensejahterakan hakim karena organisasi para hakim termasuk memperjuangkan wisma Hakim. Itu salah satu tugas bagaimana memperjuangkan para hakim tapi tidak dengan demo dan sebagainya," tandas dia.

Hingga saat ini, grup facebook (FB) dengan nama Rencana Peserta Aksi Hakim Indonesia Menggugat Presiden dan DPR RI diikuti 3000 orang lebih atau hampir setengah dari jumlah hakim di Indonesia. (zhank's)