Jumat, 19 Juli 2019 | 01:15 WIB
Inseiden yang terjadi di BCA Palu tesebut menewaskan dua orang polisi dan satu luka tempak.
Pelaku Mengaku Butuh Senjata Untuk Jihad
Jumat, 27 Mei 2011 | 12:16 WIB
Dua jenazah polisi yang tewas diinsiden Palu akan dimakamkan (Fhoto/Tempo) -
Jakarta - 2 Pelaku penembakan polisi di pos penjagaan kantor BCA, Jl Emy Saelan, Palu Selatan, terus diperiksa secara intensif. Dalam keterangan awalanya, para pelaku tersebut mengaku melakukan aksi tersebut untuk persiapan jihad.

Kompol Rostin, Kepala Subdit Penmas Bidhumas Polda Sulawesi Tengah mengatakan "Pelaku mengaku untuk persiapan jihad, makanya mau mencari senjata. Tetapi senjata-senjata itu sudah kita amankan," jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut, sebelum melakukan penembakan pelaku sempat merebut senjata polisi. Namun akhirnya senjata itu dapat direbut kembali. Naas, ketiga polisi tersebut sudah tertempak terlebih dahulu.

Dalam aksi tersebut, dua polisi bernama Bripka Andi Irbar dan Bripka Januar Yudhistira tewas. Sementara Bripda Dedy Anwar mengalami luka tembak di kaki sebelah kiri.

Usai melakukan penembakan, pelaku melarikan diri. Pelaku sempat merampas pistol polisi. Polisi mengejar pelaku sehingga terjadi baku tembak. Malam harinya dua pelaku yang mengendarai Yamaha Jupiter tertangkap, sedangkan dua orang yang mengendarai RX King masih buron.

"Masih butuh proses panjang. Masih ada alasan mereka mengelak sebab 2 pelaku lainnya kan belum tertangkap," ujarnya Rostin.

Rostin menambahkan 2 pelaku lainnya masih diburu. Anjing pelacak dan personel Densus 88 juga ikut mengejar para pelaku yang masuk ke hutan Poso.

Usai melakukan penembakan, pelaku melarikan diri. Pelaku sempat merampas pistol polisi. Polisi mengejar pelaku sehingga terjadi baku tembak. Malam harinya dua pelaku yang mengendarai Yamaha Jupiter tertangkap, sedangkan dua orang yang mengendarai RX King masih buron. (pay)