Minggu, 8 Desember 2019 | 08:45 WIB
Satuan Unit Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan membongkar jaringan Narkoba jenis sabu dan ekstasi yang diperoleh dari bandar yang berada di Hongkong dan LP Salemba.
Kepolisian Bongkar Jaringan Narkoba Internasional
Jumat, 1 Juli 2011 | 01:13 WIB
-
Jakarta – Kembali, Satuan Unit Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang anggota sindikat Narkoba internasional berinisial AS, yang dikendalikan oleh seorang bandar besar berinisial W, dari Hongkong. Dari tangan tersangka AS ini Polisi menyita sabu, ekstasi, dan happy five senilai kurang lebih Rp 1 miliar.

Seperti yang dikatakan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Gatot Eddy Pramono kepada wartawan, Kamis (30/6) yang dikutip dari Humas Polda Metro jaya mengatakan barang haram ini di peroleh AS dari seorang bandar besar W yang berada di Hongkong.

"Sabu dan ekstasi didapat dari seorang WNI berinisial W yang berada di Hongkong," jelasnya  

Bahkan dari pengakuan tersangka AS saat pemeriksaan bahwa barang ekstasi ini juga didapat dari seorang terpidana berinisial H yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba, Jakarta. Namun, Gatot tidak merinci berapa jumlah barang haram yang diterima AS dari bandar di Hongkong dan LP Salemba. "Tersangka H ini berperan sebagai pengendali dari dalam LP Salemba," tegasnya.

Namun sayangnya, Gatot belum dapat memastikan apakah kedua bandar yang bertugas mensuplai barang haram ke AS itu merupakan satu jaringan. Karena, tambahnya pihak penyidik masih terus  mendalami kasusnya termasuk soal modus pengiriman ekstasi dari Hongkong sampai ke Jakarta.  

"Masuknya barang haram ini lewat jalur mana-mana saja, masih terus kita dalami," imbuhnya.

Sementara tersangka AS ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Buncit Raya Gg. Kober, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu 29 Juni 2011 kemarin. Dari tangan tersangka ini disita sebanyak 1.945 butir ekstasi, sabu sebanyak 4 gram dan ekstasi happy five sebanyak 520 butir. Dan semua barang bukti ini, lanjut Gatot telah berhasil diamankan. Tersangka AS merupakan residivis dalam kasus yang sama beberapa bulan lalu.

Atas perbuatan ini tersangka AS dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (bus)