Jumat, 18 Oktober 2019 | 11:15 WIB
Penyidik Mabes Polri mencecar politisi Partai Demokrat ini dengan 24 pertanyaa.
Andi Nurpati Siap Untuk Dikonfrontir
Selasa, 19 Juli 2011 | 15:31 WIB
Andi Nurpati diperiksa selama 13,5 jam -
Jakarta - Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati kembali menjalani pemeriksaan dugaan surat palsu Mahkamah Konstitusi sekitar 13,5 jam.

Polisiti Partai Partai Demokrat ini diperiksa oleh penyidik Mabes (Markas Besar) Polri sejak pukul 10.00 WIB hingga 23.30 WIB, Senin (18/7). Dalam pemerikasaan itu, Andi Nurpati dicecar 24 pertanyaan.

Seusai pemeriksaan, Andi menjelasakan, puluhan puluhan pertanyaan itu terkait dengan rapat pleno I yang menggunakan surat Mahkamah Konsitusi bernomor 112 tanggal 14 Agustus 2009 yang kemudian oleh MK disebut surat palsu.

“Pihak penyidik menanyakan tentang proses pleno hingga pengambilan keputusan. Selpain itu, siapa saja yang hadir dan seterusnya,” ucap Andi seusai pemeriksaan di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (18/7) malam.

Selain itu, penyidik juga menanyakan kepadanya soal surat keputusan berita acara KPU. Dia juga ditanya soal proses penerimaan surat asli yang diterima sopirnya.  Tak hanya itu saja, Andi pun ditanya seputar pleno terakhir, apa keputusan dan dasar keputusannya.

Saat ditanya mengenai surat yang diterima oleh supirnya, Andi enggan menerangkan. “Saya kira sama dengan yang saya jelaskan di panja," ucapnya dengan wajah yang nampak lelah.

Dia mengatakan, sebetulnya surat itu sudah diitolaknya, tapi supirnya melah menerima surat tersebut.  sudah menolak surat itu, tapi diterima oleh sopirnya.

"Mestinya MK sudah paham aturan-aturan administratif yang seharusnya diserahkan ke kantor KPU. Karena surat itu ditujukaan kepada Ketua KPU bukan kepada saya," kilahnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, pihak penyidik juga sempat bertanya kepada Andi apakah dirinya siap untuk dikonfrontir dengan pihak lain. Dirinya mengaku siap untuk itu. “Saya tadi sempat ditanya apakah siap atau tidak. Dan saya jawab siap untuk dikonfrontir,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan berikutnya, pihak penyidik Mabes Polri rencanya akan mengagendakannya. Namun dengan siapa Andi akan dikonfrontir dan kapan, Andi mengaku belum tahu. Dalam pemeriksaan tersebut, politisi Partai Demkrat ini didampingi oleh Danny Kailimang selaku kuasa hukumnya. (pay)