Selasa, 22 Oktober 2019 | 07:59 WIB
Politisi Partai Hanura ini lebih memilih mendatangi pelantikan Bupati Tapanuli Selatan ketimbang mememuni panggilan Mebes Polri.
Dewi Yasin Limpo Mangkir Dari Panggilan Polisi
Senin, 8 Agustus 2011 | 16:26 WIB
Kader Partai Hanura Dewi Yasin Limpo -
Jakarta - Kader Partai Hanura, Dewi Yasin Limpo, saksi terkait kasus pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) lebih memilih datang ke pelantikan Bupati, ketimbang dipanggil Bareskrim terkait masalah sengketa pemilu 2009 di Sulawesi Selatan.

Menurut pengacaranya Elza Syarief, beliau lebih memilih menghadiri pelantikan Bonaran Situmeang sebagai Bupati Tapanuli Tengah, Sumatra Utara yang juga pengacaranya Dewi.

"Pak Bonaran merupakan lawyer dia juga, jadi ia tidak enak jika tidak datang," paparnya saat dihubungi wartawan, Senin (8/8/2011).

Ia juga menjelaskan bahwa kliennya akan datang untuk memenuhi panggilan Bareskrim kemungkinan Senin besok.

"Senin pekan depan kita bisa datang untuk memenuhi panggilan Bareskrim," tambahnya.

Selain Dewi Yasin Limpo, pihak Bareskrim juga memanggil Rara, yang merupakan cucu dari Arsyad Sanusi (mantan hakim MK) dan ini merupakan panggilan yang pertama. Menurut salah satu receptionis Bareskrim Rara pada hari ini datang ke Bareskrim pada pukul 09.15 tetapi ia tidak tahu yang mana orangnya.

"Menurut buku tamu ada yang bernama Rara, alamatnya di Cempaka Mas, tetapi saya kurang paham yang mana mukanya. Ia datang tadi pukul 09.15 pagi ini," ujarnya pada skalanews, Senin (8/8/2011).

Perlu diketahui bahwa Dewi diduga mempunyai peranan penting dalam kasus pemalsuan surat keputusan MK. Dalam kasusnya Dewi berusaha menggunakan jasa dari Arsyad dan putrinya, Neshawaty untuk mengurus kasusnya. (dip)