Sabtu, 18 Januari 2020 | 02:43 WIB
Isi SMS, Perhatian, dalam waktu 15 menit Terminal IID Bandara Soekarno-Hatta akan meledak dan evakuasi sekarang atau kalian nanti akan menyesal
Aparat Bekuk Pengirim SMS Ancaman Bom
Senin, 5 September 2011 | 11:33 WIB
ilustrasi -
Jakarta – Aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk pelaku pengirim SMS (Short Masage Service) berisi ancaman bom ke Bandara Soekarno - Hatta, Banten, pada 29 Agustus 2011. Tersangka yang bernama Arthur James Bernard Mailoa (23), ditangkap di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (2/9/2011).

Penangkapan berawal dari adanya laporan petugas Bandara Soekarno-Hatta yang menerima SMS ancaman bom pada tanggal 29 Agustus lalu. Isi SMS berupa ancaman tersebut adalah  "Perhatian, dalam waktu 15 menit Terminal IID Bandara Soekarno-Hatta akan meledak dan evakuasi sekarang atau kalian nanti akan menyesal".

Atas dasar laporan tersebut, petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian menindaklanjutinya.  Menurut Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan mengatakan, ancaman tersebut menjadi atensi Polda Metro Jaya. Mengingat, tanggal 29 Agustus berbarengan dengan arus mudik lebaran.

"Ini jadi atensi karena memang saat itu situasi mudik di terminal II itu ramai sekali," kata Herry kepada wartawan pada Minggu (4/9).

Polisi kemudian melacak keberadaan pelaku. Dari hasil pelacakan, posisi pelaku sempat berpindah-pindah tempat dari Blora, Karang Anyar dan Solo. Karena, tambah Herry,  SMS bernada ancaman bom itu, dikirimkan pelaku dari daerah Blora, Jawa Tengah

Sementara dari hasil penelusuran HP tersangka, diketahui pernah mengirim pesan ke call center 7777 untuk mengecek nopol kendaraan. Tersangka mengaku pernah kehilangan motor Kawasaki Ninja.

"Jadi setiap dia lihat ada motor Ninja, dia selalu cek ke 7777 untuk mengetahui benar-tidaknya nopol kendaraan tersebut. Kalau Nopolnya beda, dia kejar motor itu dan mengira kalau motor itu adalah miliknya," jelasnya.

Selain mengirim ke petugas bandara, pelaku yang juga sebagai pegawai shipping di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta itu juga mengirim SMS yang sama ke beberapa pejabat Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, warga Ambon yang tercatat sebagai anggota Caliber Shooting Club itu dijerat Pasal 7 UU Terorisme subsider Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

"Dari tersangka, disita barang bukti berupa satu unit BlackBerry, dua unit HP merk Nokia dan sebuah dompet," katanya. (bus)