Jumat, 18 Oktober 2019 | 11:39 WIB
KontraS Laporkan Hakim yang Vonis Mati Anak ke KY
Kamis, 19 Maret 2015 | 13:19 WIB
Arif Nur Fikri - [Deni Hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melaporkan tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sitoli, Sumatera Utara (Sumut), yang memvonis mati terhadap anak yang masih berusia 16 tahun ke Komisi Yudisial (KY).

Ketiga hakim yang dilaporkan adalah, Ketua Majelis Hakim Silvia Yudiastika dengan anggota Sayed Usman dan Edy Siong.

Vonis mati terhadap Yusman Telaumbanua diketuk pada Mei 2013, saat Yusman berusia 16 tahun. Vonis mati itu saat ini telah berkekuatan hukum tetap.

"Harusnya pidana maksimal Undang-undang Peradilan Anak ancamannya maksimal seputuh tahunan penjara," kata Staf Divisi Sipil KontraS, Arif Nur Fikri, di kantor KY, Jakarta, Kamis (19/3).

Arif menjelaskan, majelis hakim memberikan vonis karena di berkas dakwaan Yusman diketahui berusia di atas 17 tahun. Dalam berkas dakwaan, Yusman diketahui kelahiran tahun 1993. Sedangkan temuan KontraS, Yusman merupakan kelahiran tahun 1996.

"Yusman ini tidak punya akta kelahiran, jadi penyidik dan jaksa menyimpulkan Yusman kelahiran 1993 berdasarkan pengakuan. Sedangkan kami mempunyai bukti kuat Yusman kelahiran 1996 berdasarkan surat Baptis," ujarnya. [Deddi Bayu/Bus]