Kamis, 25 April 2019 | 11:27 WIB
Mantan Karyawan BII Mengaku Diperlakukan Tak Adil
Senin, 10 Agustus 2015 | 17:10 WIB
- [ist]

Skalanews - Mantan Manager Industrial Relations BII (Bank Internasional Indonesia) Teddy Irawan mengaku, diperlakukan secara tidak adil oleh petinggi BII. Pasalnya, bank yang sekarang dipimpin Taswin Zakaria itu telah memecatnya (PHK) tanpa alasan.

"Mereka bilang saya menolak perintah lah, tetapi ketika saya ditanya perintah yang mana? Mereka tidak bisa dijawab," ujar Teddy saat ditemui Skalanews di Jakarta, Senin (10/8).

Teddy juga menyebutkan, prosedur pemberhentian dirinya pun tanpa proses prosedur yang benar. Dimana, pihak perusahaan langsung mengirimkan surat pemberhentian kepada dirinya.

"Tanpa proses surat peringatan. Malahan saya langsung diproses dwipatrit dengan pengacara yang telah disewa BII," jelasnya.

Padahal, Teddy sendiri merupakan pegawai yang biasa menangani atau mengurus pemutusan hubungan kerja (PHK) para pegawai BII. "Jadi ini seperti orang yang biasa mem-PHK, di PHK," jelasnya sambil tertawa.

Dirinya pun menyebutkan, selama bekerja di BII, ia sudah memberhentikan ratusan pegawai. "Jadi saya tahu betul bagaimana prosedur PHK," jelas Teddy.

Dirinya juga menyebutkan, dari ratusan pegawai yang PHK, sedikit sekali yang mengajukan gugatan hingga ke pengadilan. "Artinya saya punya kemampuan dan jasa di BII," jelasnya.

Atas dasar itulah, dirinya tidak menerima jika dalam surat pemberhentiannya, dituliskan bahwa dirinya telah melanggar peraturan perusahaan. "Karena itu, saya laporkan Ibu Ani Pangestu (Direktur Human Capital BII) dengan Pasal 311 KUHP," jelasnya.

Namun, laporan Teddy ke Polda Metro Jaya telah dihentikan penyidikannya (SP3) dengan alasan kurang bukti.

Teddy sendiri menegaskan tidak menafikan adanya campur tangan Presiden Direktur BII sekarang, Taswin Zakaria. Pasalnya, ia mengaku seperti diadu domba dengan Ani Pangestu terkait kebijakan pemecatan sejumlah pegawai BII.

"Saya seperti diadu domba dengan bu Ani. Sebab, bu Ani sendiri telah keluar dan kini bekerja di UOB," tuturnya.

"Apalagi bu Ani itu kan melakukan sesuatunya, atas perintah atasannya," jelasnya. (Bisma Rizal/bus)