Kamis, 12 Desember 2019 | 22:50 WIB
Ini Pertimbangan Hakim Mengabulkan Praperadilan VSI
Selasa, 29 September 2015 | 19:44 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Hakim praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Ahmad Rifai diketahui mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan PT Victoria Securities Indonesia (VSI). Hakim juga menyatakan penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan penyidik Kejagung di kantor PT VSI tak sah.

Dalam pertimbangan putusan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/9), hakim Ahmad Rifai menyebut penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Agung tak sesuai dengan penetapan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Penyidik untuk melakukan penggeledahan harus ada surat izin Pengadilan Negeri guna menjamin Hak Asasi seseorang," kata Rifai.

Disambung Rifai, penetapan yang dikeluarkan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 28/Pen.Pid.Sus/TPK/VIII/2015/PN.jkt.Pst tanggal 3 Agustus 2015‎, lokasi yang diizinkan untuk digeledah yakni kantor PT Victoria Sekuritas yang terletak di Gedung Panin Bank, Senayan Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1, Senayan, Jakarta Pusat.

PT Victoria Sekuritas pada tahun 2003 bertindak selaku koresponden Victoria Securities International Corporation (VSIC) selaku pembeli aset kredit di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)

Namun pada praktiknya, Kejagung justru menggeledah kantor PT VSI yang terletak di Panin Tower, Senayan City lantai 8, Jalan Asia Afrika, Jakarta.

"Apabila ketentuan surat izin ketua pengadilan negeri penggeledahan tersebut tidak menegaskan objek mana yang menjadi penggeledahan, akan timbul tindakan sewenang wenang menimbang tujuan tersebut adalah untuk menjamin hak asasi seseorang," tutup hakim Rifai. (frida astuti/bus)