Senin, 9 Desember 2019 | 12:26 WIB
Putusan Dikabulkan Gugatan Praperadilan Victoria
VSI: Kejagung Lakukan Tindakan Sewenang-Wenang
Rabu, 30 September 2015 | 00:24 WIB
- [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Kuasa hukum PT Victoria Securities Indonesia (VSI) Peter Kurniawan menyambut baik putusan hakim tunggal praperadilan, Ahmad Rifai yang mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan pihaknya serta menyatakan penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung tidak sah.

"Kami menyambut baik putusan mengenai salah geledah," kata Peter usai persidangan pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/9)

Menurut Peter, putusan hakim Ahmad Rifai membuktikan bahwa penggeledahan serta penyitaan yang dilakukan penyidik pidana khusus Kejagung di kantor PT VSI di Jalan Asia Afrika, Jakarta pada tanggal 12,13,14 dan 18 Agustus 2015 lalu tak sesuai dengan izin penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Penggeledahan dan penyitaan tak sah, ini membuktikan tindakan jaksa yang sewenang-wenang ini," sambungnya.

Selain itu, putusan hakim yang menyatakan barang bukti yang telah disita Kejagung agar dikembalikan, membuktikan PT VSI tak terlibat dalam kasus dugaan korupsi penjualan hak tagih (Cessie) BPPN yang menyeret Victoria Securities International Corporation (VSIC), sehingga barang bukti yang disita tak bisa dijadikan bukti dalam penyidikan perkara tersebut.

"Barang yang disita tak bisa dijadikan barang bukti, kan penggeledahan dan penyitaan tak sah," pungkasnya. (frida astuti/bus)