Rabu, 26 Februari 2020 | 10:37 WIB
Situs jejaring sosial facebook jadi sarana galang dukungan.
Ketika Hakim Menggugat Presiden
Selasa, 26 April 2011 | 08:58 WIB
-
Jakarta - Diam-diam hakim di Indonesia menyimpan kekecewaan. Korps pemutus sidang ini berencana akan menggelar aksi turun ke jalan menetang kebijakan presiden DPR soal kesejahteraan mereka.

Tak tanggung-tanggung, rencana aksi ini mereka tuangkan lewat situs jejaring sosial facebook dengan membuat akun grup bernama '´Rencana Peserta Aksi Hakim Indonesia Menggugat Presiden dan DPR RI´. Akun grup ini telah diikuti oleh 315 hakim seluruh Indonesia.

Di grup itu secara terang-terangan para hakim menyebut bakal melakukan aksi unjuk rasa di Istana Merdeka dan DPR RI serta uji materi UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung. akun grup tersebut telah diikuti oleh 315 orang yang sebagian besar adalah hakim.

" Iya, saya dan rekan- rekan hakim yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia berencana untuk melakukan unjuk rasa kepada Presiden dan DPR," kata pendiri grup tersebut, yang mengaku seorang hakim di Yogyakarta,  Senin (18/4).

Para hakim menilai kebijakan presiden soal kehakiman tidak benar- benar masif mendukung kemandirian, kemerdekaan kekuasaan kehakiman pada umumnya, serta penegakan supremasi hukum di Indonesia pada khususnya.

"Kami telah mendaftarkan gugatan kami ke MK dengan nomor perkara 28/PUU-IX/2011. Rencana aksi demonstrasi dan judicial review ke MK merupakan hal yang saling terkait sehingga tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain," jelasnya.