Rabu, 22 Mei 2019 | 13:49 WIB
Google diperkirakan membangun pabrik telepon genggam untuk produk Google dengan sistem operasi Android.
Google Siap Rambah Bisnis Telepon Genggam
Selasa, 16 Agustus 2011 | 03:18 WIB
-
London - Niat Google merambah bisnis manufaktur telepon genggam tidak main-main. Mereka siap mengakuisisi Motorola dengan harga US$12,5 miliar (Rp 106,5 triliun).

Langkah Google ini menunjukkan kalau mereka melebarkan sayap dengan tidak hanya sebagai penyedia sistem operasi telepon genggam, Android, yang sudah menjadi salah satu pemain besar di pasar global. Mereka juga siap bersaing langsung dengan Apple dan Research in Motion (RIM).

Nilai US$12,5 miliar mewakili 63 persen saham premium dalam perdagangan akhir pekan  lalu di Motorola. Google sendiri dikabarkan memiliki cadangan US$39 miliar (Rp 332 triliun).

Jika langkah tersebut terwujud, Google diperkirakan membangun pabrik telepon genggam untuk produk Google dengan sistem operasi Android.

Dengan Motorola Mobility yang bakal tetap sebagai pemegang lisensi Android, Android juga akan tetap sebagai sistem operasi terbuka, Motorola Mobility bakal menjadi bisnis terpisah di bawah naungan Google.

Untuk menekankan platform Android yang terbuka, sistem operasi tersebut masih tetap tersedia bagi rekanan hardware lainnya.

"Banyak rekanan hardware yang berkontribusi terhadap kesuksesan Android dan kami ingin tetap bekerja sama dengan mereka semua untuk memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para pengguna," papar Chief Executive Officer Google Larry Page, seperi dilansir ZDNet, Senin (15/8).

Analis dari ZDNet Ed Bott menilai rencana tersebut sama saja dengan Google bakal bertarung dalam sengketa hukum dengan Microsoft. Pasalnya, Motorola saat ini digugat Microsoft atas tuduhan pelanggaran paten Android. (zhank's)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar