Selasa, 21 Mei 2019 | 07:40 WIB
Dengan pangsa pasar Asia yang menjanjikan, Googel siap membangun pusat data di Singapura, Taiwan dan Hong Kong.
Perluas Bisnis, Google Bangun Pusat Data di Asia
Senin, 3 Oktober 2011 | 12:30 WIB
-
Skalanews - Ekspansi besar-besaran dilakukan Google. Jika tidak ada aral melintang, Google bakal membangun tiga pusat data di Asia dengan biaya lebih dari 200 juta dolar AS.

Salah satu yang menjadi alasan pengembangan bisnis Google, adalah jumlah pengguna internet di wilayah Asia terus melonjak bersama dengan persaingan yang ketat dari saingan.

Demikian dilaporkan AFP, Rabu (28/9). Dengan total lahan seluas 22,6 hektare (56 area), pihak perusahaan Google mengungkapkan rencananya akan membangun pusat baru di Singapura, Taiwan dan Hong Kong.

Sebelumnya Google telah mengoperasikan pusat datanya di AS dan Eropa. Pusat-pusat biasanya rumah komputer dan sistem telekomunikasi dengan keamanan dan cadangan pasokan listrik tinggi serta akan meningkatkan layanan perusahaan kepada pelanggan di wilayah tersebut.

"Jumlah pengguna dan jumlah penggunaan Internet di Asia berkembang lebih cepat daripada di tempat lain di dunia," ujar manajer kebijakan komunikasi Google Asia-Pasifik, Taj Meadows.

"Sejumlah besar pengguna datang online setiap hari," katanya menambahkan.

Raksasa mesin pencari telah menghadapi persaingan yang ketat di Asia, khususnya di pasar Cina di mana layanan pencarian dalam negeri, termasuk Baidu, adalah rumah tangga yang disebut menjadi populasi internet kuat 485 juta - terbesar di dunia.

Sebuah studi yang dirilis oleh Economist Intelligence Unit pada Selasa mengatakan ekonomi-ekonomi Asia menutup kesenjangan pada Barat dalam hal daya saing TI mereka, karena mereka memperkuat perlindungan hak cipta dan melaksanakan reformasi regulasi.

Studi ini mengatakan Amerika Serikat mempertahankan posisinya sebagai yang paling kompetitif di dunia dalam industri TI, tapi tujuh negara Asia berhasil mencapai 20 besar, termasuk Singapura, yang peringkat ketiga secara keseluruhan, dan juga Australia, Taiwan dan Jepang. [mad]

  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar