Minggu, 8 Desember 2019 | 17:35 WIB
Internasional
IMF: Banyak Bank di Zona Eropa Mestinya Ditutup
Kamis, 11 April 2013 | 10:07 WIB
Ketua Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde - [ist]

Skalanews - Ketua Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, Rabu waktu setempat, meminta otoritas-otoritas Eropa meningkatkan reformasi sistem perbankan, termasuk penutupan beberapa bank jika diperlukan.

Zona euro yang dilanda utang disebut IMF telah mencapai prestasi besar, termasuk menyiapkan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), dana penyelamatan bagi 17 negara anggota blok. Tetapi IMF menuntut lebih banyak lagi yang harus dilakukan.

Lagarde menyatakan hal itu dalam sebuah pidato di Economic Club of New York.

Kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia untuk membangun kembali kekuatan bank-bank komersial telah menghalangi kebijakan moneter akomodatif, yang bisa mendorong kredit yang terjangkau kepada para peminjam.

"Jadi prioritasnya harus terus membersihkan sistem perbankan melalui rekapitalisasi, restrukturisasi, atau -- jika diperlukan -- menutup bank-bank," Lagarde mengatakan, menurut teks yang disiapkan untuk pidato tersebut.

Siprus pekan lalu setuju untuk merestrukturisasi sektor keuangannya, termasuk menutup bank kedua terbesar, Laiki, untuk menerima dana talangan internasional.

Menurut Lagarde, banyak bank di negara-negara pinggiran zona euro yang kekurangan modal dan memiliki terlalu banyak kredit macet di buku mereka.

Berbicara hanya beberapa hari menjelang rilis proyeksi ekonomi global terbaru IMF, Direktur Pelaksana IMF itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Intinya adalah bahwa kita perlu sebuah sistem keuangan global yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan," katanya.

"Dalam banyak kasus -- dari Amerika Serikat pada 2008 hingga ke Siprus hari ini -- kita telah melihat apa yang terjadi ketika sektor perbankan memilih uang dengan cepat, mendukung sebuah model bisnis yang pada akhirnya mendestabilkan ekonomi." (Ant/AFP/DS)