Minggu, 8 Desember 2019 | 18:21 WIB
Internasional
Paket bom berupa parcel yang belakangan ini diterima beberapa kedutaan besar negara-negara di Eropa menyadarkan Amerika Serikat akan adanya upaya teror baru. Karena itu, negeri Paman Sam tersebut meningkatkan keamanannya kedubesnya di seluruh dunia.
Kedubes AS di Seluruh Dunia Tingkatkan Keamanan
Selasa, 28 Desember 2010 | 12:51 WIB
Bendera Amerika Serikat -
WASHINGTON--Amerika Serikat Senin (27/12) meningkatkan prosedur keamanan setelah percobaan serangan bom paket terhadap kedutaan Yunani di Roma, kata para pejabat. "Kami telah memberitahukan semua kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk meninjau prosedur penyaringan surat dan agar terus waspada saat membuka surat tersebut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner dalam penjelasan kepada wartawan.

"Di Roma, kami sedang memantau situasi dengan penegak hukum setempat". "Kami telah mengingatkan semua personel Kedutaan Besar AS Roma bahwa jika mereka menerima apapun yang mencurigakan - baik di kedutaan besar atau di kediaman mereka - agar menginformasikan segera kepada petugas kKeamanan daerah," tambahnya.

Toner mengatakan itu setelah para pejabat di kedutaan Yunani di Italia menerima semacam paket untuk seseorang yang meledak pekan lalu di kedutaan besar Swiss dan Chili. Penerimaan paket bom untuk Kedutaan Yunani tersebut diikuti oleh sekitar 10 alarm palsu di kedutaan asing lainnya di Roma.

Sementara itu Kantor Berita Reuters mengatakan, kedutaan besar AS di London dijadikan target satu kelompok pria yang ditahan pekan lalu di Inggris dan dituduh dengan konspirasi untuk melakukan ledakan-ledakan dan mempersiapkan aksi-aksi terorisme. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, 12 orang telah ditahan pada 20 Desember dalam apa yang kepolisian Inggris katakan serangan kontra-terorisme penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman serangan.

Tiga di antara mereka kemudian dibebaskan tanpa tuduhan, tinggal sembilan yang diajukan di pengadilan pada Senin, untuk menghadapi dakwaan-dakwaan. Ditanya apakah dia menyadari bahwa laporan-laporan mencurigakan itu mengindikasikan bahwa kedutaan besar AS di London dalam daftar target mereka, Mark Toner mengatakan: "Saya menyadari dan ... jelas orang-orang kami di London juga menyadari hal ini."

Menanggapi pertanyaan tindak-lanjut penjelasan kepada wartawan dalam telepon Toner mengatakan: "anda bertanya apakah kami menyadari bahwa kami berada di daftar target dan saya dikonfirmasi hal itu." Para tersangka berasal dari London, ibukota Welsh dari Cardiff dan kota Inggris tengah Stoke. Satu pernyataan polisi Inggris mengatakan bahwa pria itu bersekongkol untuk menyebabkan "ledakan yang cenderung bersifat membahayakan kehidupan atau menyebabkan kerusakan serius pada properti".

Pernyataan itu menambahkan bahwa mereka telah mengunduh materi dari Internet, meneliti dan mendiskusikan target potensial, melakukan pengintaian serta "menyalakan dan menguji bahan pembakar." Tetapi pernyataan polisi tidak menjelaskan apa potensi target itu. [AFP/Reuters/Ant/mad]