Senin, 22 April 2019 | 22:18 WIB
Internasional
Tarian Sulawesi Utara Poco-poco diharamkan di Malaysia.
Malaysia Haramkan Poco-poco
Kamis, 31 Maret 2011 | 19:39 WIB
Tari Poco-poco -
Seni tari khas Sulawesi utara Poco-poco mendadak menjadi kontrovesi di Malaysia. Pangkalnya, tarian tersebut difatwakan haram. Keputusan itu diambil Komite Fatwa negara bagian Perak, Malaysia.

Sontak, fatwa larangan poco-poco tersebut memancing reaksi beragam. Sebagian menentang fatwa larangan tersebut. Jawatan kuasa Fatwa Negeri Perak, seperti dilaporkan beberapa media Malaysia yang dikutip BBC, bahwa telah memutuskan poco-poco haram bagi warga Muslim. Guna mensosialisasikan fatwa tersebut, Komite Fatwa membukukan fatwa larangannya itu.

Salah satu sebabnya adalah poco-poco dinilai mengandung unsur kepercayaan Kristen dan unsur pemujaan roh. Tetapi bagi beberapa politisi Malaysia berpendapatan larangan poco-poco tidak perlu karena hanya sekedar bentuk tarian dan olahraga.

Anggota biro politik sentral PAS, partai yang berhaluan Islam, Khalid Samad menyebut keputusan komite fatwa Perak "menggelikan dan sama-sekali tidak bisa diterima." "Pada dasarnya warga melakukan poco-poco untuk latihan tanpa motif keagamaan," katanya.

Seorang menteri di bawah kantor perdana menteri, Datuk Mashitah Ibrahim mengesampingkan kemungkinan larangan terhadap poco-poco juga diberlakukan secara nasional.

"Tarian ini berbeda-beda di beda tempat. Bahkan lagu-lagunya juga berbeda. Mungkin poco-poco menjadi masalah di Perak, tetapi di negara-negara bagian lain, poco-poco dianggap sebagai bentuk latihan," kata Mashitah Ibrahim seperti dikutip Bernama, Kamis (31/3).

Akan tetapi, Menteri Besar Perak Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir menegaskan pemerintah akan menghormati dan tidak mempersoalkannya. [mad]

  
  
Berita Terkait: