Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:31 WIB
Internasional
Para pasukan pendukung Muammar Gaddafi terbukti menggunkanan senjata buatan Yahudi Israel.
Loyalis Gaddafi Gunakan Senjata Israel
Minggu, 3 April 2011 | 15:17 WIB
Pertempuran yang berlangsung di BRega, Libya -
Kubu revolusioner Libya mengatakan pasukan yang loyal terhadap Muammar Gaddafi menggunakan senjata buatan Israel untuk menyerang Misratah.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, seorang juru bicara oposisi Sabtu (2/4) mengungkapkan bahwa Gaddafi meninggalkan granat dan roket buatan Israel setelah mereka gagal merebut kembali Misratah, yang terletak 150 kilometer sebelah timur ibukota Libya Tripoli.

Ia juga menuduh pasukan rezim Tripoli melakukan kejahatan kemanusiaan, karena menyerang permukiman penduduk di kota pesisir Misratah.

Press TV melaporkan, pasukan oposisi berhasil menghalau serangan loyalis Gaddafi yang berusaha memasuki Misratah.

Pasukan oposisi mengklaim telah merebut Brega pada hari Sabtu berkat bantuan militer asing. Jet-jet tempur Amerika Serikat dan sekutu membom sasaran di dalam dan sekitar kota pelabuhan minyak strategis itu.

Televisi pemerintah Libya menyatakan serangan udara pasukan asing pimpinan AS menghantam warga sipil di kota barat daya Sabha.

Pemerintah Libya mengklaim setidaknya 114 orang termasuk beberapa warga sipil tewas dan 445 lainnya terluka dalam serangan udara yang dipimpin AS di negara kaya minyak itu.

Komisi PBB Urusan Pengungsi mengungkapkan sebanyak 351.600 orang melarikan diri dari Libya yang dilanda krisis. Setiap harinya, sekitar 1.500 sampai 2.000 eksodus ke Mesir.

Meningkatnya angka kematian warga sipil di Libya menetapkan spekulasi tentang motif sebenarnya di balik intervensi asing dalam perang di negara kaya minyak ini.
Para analis menilai dalih melindungi warga sipil seperti yang tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan PBB, no. 1973, hanya dijadikan alat oleh AS dan sekutunya untuk menguasai cadangan emas hitam Libya.