Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:48 WIB
Internasional
Skandal antigay melanda militer Australia.
Kali Ini Skandal Antigay Landa Militer Australia
Rabu, 13 April 2011 | 19:10 WIB
Sejak 1992, Australia membolehkan homoseksual bergabung dengan militer -
Pasukan Keamanan Australia, ADF dikritik karena dianggap gagal menangani lusinan anggota militer yang ikut dalam kampanye pembenci gay di internet. The Sydney Morning Herald dalam pemberitaannya menyebutkan kalau militer menerima sebuah keluhan delapan bulan lalu terkait sebuah halaman di Facebook yang dianggap mengintimidasi dengan judul "Para bandit berkeliaran di ADF''

''Halaman ini dibuat sebagai sarana informasi bagi anggota pasukan keamanan Australia maupun yang telah pensiun '' jelas isi laporan tersebut. Sejumlah pesan yang ditulis dihalaman itu kebanyakan adalah mengungkap kasus homoseksualitas di ADF.

Salah satu orang yang menjadi target intimidasi adalah Mayor Paul Morgan, seorang psikolog militer yang bertugas di Irak. Dalam halaman Facebook tersebut dia ditulis memiliki ''pilihan hidup yang menjijikan''.

Ketika diminta konfirmasi oleh Sydney Morning Herald, Morgan enggan memberikan komentar dengan alasan militer melarang anggotanya secara pribadi berbicara kepada media, tetapi dia mengakui kalau menjadi gay di militer adalah sulit. ''Sangat sulit menjadi gay di militer, saya mengorbankan semua kehidupan dewasa saya di militer dan kelambatan dalam penanganan kasus ini merusak jiwa,'' katanya.

ADF sendiri dalam situsnya menyatakan telah menerima keluhan terkait halaman anti gay di Facebook tersebut. ''Kementerian Pertahanan sangat menyadari adanya keluhan mengenai aktifitas anggotanya di halaman situs jejaring sosial tersebut pada pada Agustus 2010.''

''Apa yang disampaikan sejumlah anggota di halaman tersebut tidak mewakili pemikiran dan tindakan mayoritas anggota pasukan keamanan.'' ''Tindakan dan kelakuan yang dibuat bertolak belakang dengan tujuan ADF yang menyambut dan mendukung keragaman di institusi ini,'' demikian isi pernyataan tersebut.

Halaman yang kini sudah non aktif itu diduga memiliki tautan ke video kekerasan dan pornografi di Youtube. Lusinan anggota pasukan keamanan Australia diketahui menjadi ''teman'' di halaman tersebut.

Koran TSMH mengatakan kalau anggota ADF menyadari adanya keluhan tersebut tetapi sebuah penyelidikan dihentikan karena dianggap tidak memiliki bukti cukup dan tidak ada yang mendapat Pasukan keamanan Australia, ADF sejak tahun 1992 mengijinkan homoseksual untuk bergabung dengan militer. [mad]