Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:22 WIB
Internasional
Seorang tetua Aborigin mengatakan dengan tidak lagi menyapa dalam kegiatan publik, itu berarti Australia benar-benar menghapus orang Aborigin dari peta.
Orang Aborigin Tidak Harus Disapa Lagi di Australia
Kamis, 19 Mei 2011 | 17:43 WIB
-
Pemerintah negara bagian Victoria Australia menghapus kebijakan yang mewajibkan para menterinya menyapa para tuan tanah tradisional Aborigin dalam kegiatan publik. Sontak kebijakan baru tersebut, memancing kritik.

PM Ted Baillieu Kamis (19/5) mengatakan hal tersebut terlalu detil dan tidak lagi perlu. Seorang tetua Aborigin mengatakan dengan tidak lagi menyapa dalam kegiatan publik, itu berarti Australia benar-benar menghapus orang Aborigin dari peta.

Namun dia menambahkan, jika memang harus menyapa, maka tidak dengan paksaan. Steve Bracks, mantan perdana menteri Victoria mengatakan langkah ini akan menodai hubungan dengan suku asli tersebut.

Orang Aborigin adalah penghuni awal Australia dengan kebudayaan berusia puluhan ribu tahun. Dari jumlah awal 1 juta orang di penampungan kulit putih, saat ini tercatat hanya ada 470 ribu orang Aborigin. Ini berarti kurang dari 2 persen dari populasi Australia. [mad]

  
  
Berita Terkait: