Kamis, 25 April 2019 | 01:09 WIB
Internasional
Partai Hijau yang berhaluan kiri bergabung dengan oposisi konservatif mengkritik rencana itu, yang hendak mengirim 800 pencari suaka ilegal untuk ditahan di Malaysia, sementara permohonan mereka diproses.
Parlemen Australia Tolak Rencana Pertukaran Pengungsi
Jumat, 17 Juni 2011 | 17:27 WIB
Para aktivis di Sydney melakukan unjuk rasa untuk mendukung para pencari suaka di Australia (13/5) - Reuters. -

Parlemen Australia telah menyetujui dengan suara tipis untuk menolak rencana pertukaran pengungsi dengan Malaysia. Hal tersebut menimbulkan keraguan apakah pemerintah akan mampu melaksanakan rencana kontroversial itu.

Partai Hijau yang berhaluan kiri bergabung dengan oposisi konservatif mengkritik rencana itu, yang hendak mengirim 800 pencari suaka ilegal untuk ditahan di Malaysia, sementara permohonan mereka diproses. Sebagai gantinya, Australia akan menerima 4.000 pengungsi yang telah disetujui dari Malaysia.

Pejabat-pejabat pemerintah bersikeras hasil pemungutan suara itu bukan pukulan fatal terhadap rencana tersebut, yang oleh Australia dikatakan akan mencegah para penyelundup membawa orang dengan kapal-kapal tua berlayar ke Australia. Partai Hijau menentang pengiriman pencari suaka ke luar negeri, sedangkan koalisi oposisi ingin membuka kembali sebuah kamp tahanan di Nauru, pulau terpencil di Samudera Pasifik.

Laporan-laporan pers mengatakan pemerintah juga telah mengirimkan delegasi ke Jenewa untuk memperoleh dukungan bagi rencana itu dari Komisaris Tinggi PBB urusan Pengungsi. Badan ini telah menyatakan keprihatinan bahwa anak-anak tanpa orang tua mungkin akan dikirim ke Malaysia berdasarkan rencana itu. [mad]