Minggu, 29 Maret 2020 | 12:16 WIB
Internasional
Rusia siap terlibat untuk memberikan tekanan lebih intensif kepada pemerintah Suriah namun segala bentuk hukuman terhadap Damaskus harus adil mengingat kelompok oposisi hingga saat ini menentang usulan pemerintah untuk berdialog.
Rusia Tolak Sanksi dari Barat Untuk Suriah
Selasa, 13 September 2011 | 12:00 WIB
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev -
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pada Senin (12/9) kemarin, memperingatkan pemberlakuan sanksi terhadap Suriah.

Farsnews melaporkan, pada pertemuan tersebut, Medvedev membela pemerintah Suriah di hadapan ancaman sanksi seraya memperingatkan atas upaya penjatuhan sanksi terhadap pemerintahan Bashar Assad.

Pertemuan Cameron dan Medvedev bertujuan membahas kondisi di Suriah dan tarik-ulur kedua negara terkait pemerintahan Assad.

Medvedev mengatakan bahwa Rusia siap terlibat untuk memberikan tekanan lebih intensif kepada pemerintah Suriah namun segala bentuk hukuman terhadap Damaskus harus adil mengingat kelompok oposisi hingga saat ini menentang usulan pemerintah untuk berdialog.

PBB menyatakan paling sedikit 2.600 orang tewas di Suriah sewaktu berlangsung pemberontakan anti-pemerintah yang melanda negara itu sejak pertengahan Maret lalu.

Komisaris Tinggi PBB urusan Hak Asasi Navi Pillay melaporkan angka-angka tersebut dalam pidatonya di Dewan Hak Asasi PBB pada Senin.

Angka itu menunjukkan kenaikan signifikan sejak Agustus, sewaktu PBB memperkirakan 2.200 orang telah tewas sejak pemerintah mulai melakukan tindakan disertai kekerasan untuk menumpas demonstran.

Seorang pembantu Presiden Suriah Bashar al-Assad segera menanggapi angka tersebut, hari Senin, dengan menyatakan hanya 1.400 orang yang tewas. Jurubicara pemerintah Suriah Bouthaina Shaaban mengatakan angka tersebut terdiri dari 700 tentara dan 700 aktivis oposisi.

Sementara itu, Amerika mengecam pembunuhan aktivis HAM terkemuka Suriah Ghiyath Mattar, yang meninggal pekan lalu sewaktu berada dalam tahanan pasukan keamanan Suriah.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland mengecam apa yang ia sebut "kekerasan yang tercela" oleh rezim Suriah, dan kembali menyatakan seruan Amerika agar Presiden Assad meletakkan jabatan. [mad]


  
  
TERPOPULER
Index +