Selasa, 19 November 2019 | 05:12 WIB
Internasional
Yang ditakutkan Israel Mahkamah Pidana Internasioal ICC, di Den Haag, Belanda, akan menindak tegas terhadap pemukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Yordan. Namun, itu terjadi jika Palestina diakui sebagai negara oleh PBB pada 20 September mendatang.
Israel Takut ICC Gusur Pemukiman Yahudi di Tepi Barat
Jumat, 16 September 2011 | 23:39 WIB
Gedung International Criminal Court di Denhaag, Belanda[foto-denhaag.nl] -
YERUSALEM - Pemerintahan zionis Israel saat ini tengah dirundung ketakutan yang teramat sangat. Pangkalnya adalah perluasan pemukiman Yahudi yang dilakukan massif belakangan ini.

Nah, yang ditakutkan Israel Mahkamah Pidana Internasioal (ICC-International Criminal Court), di Den Haag, Belanda, akan menindak tegas terhadap pemukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Yordan. Namun, itu terjadi jika Palestina diakui sebagai negara oleh PBB pada 20 September mendatang.

Demikian disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat bercengkrama dengan penengah dari Amerika Serikat dan Eropa, seperti diberitakan harian Haaretz, Jumat (16/9).

Karena menjajah daerah lain untuk kemudian diduduki, tidak lain merupakan kejahatan perang. Namun, hingga saat ini ICC tidak menunjukkan giginya terkait pemukiman di Tepi Barat Sungai Yordan tersebut. Karena bukan merupakan wilayahnya.

Kondisi tersebut akan berubah dengan cepat, jika Palestina menjadi negara. Sehingga sebagai sebuah negara berhak mengajukan segala bentuk kejahatan perang yang dilakukan pihak lain ke ICC.

Bertahun-tahun Palestina merupakan 'entitas' pengamat di PBB, berbeda dari Vatikan yang sebagai non-anggota PBB menjadi pengamat. Otoritas Palestina (PA) akan mengajukan permintaan status lebih tinggi minggu-minggu mendatang.

Menurut koran Haaretz, Israel bisa menyetujui status sela menuju status baru, asal otorita Palestina tidak menjadi suatu negara yang bisa mengadu ke ICC. Otoritas Palestina sudah berupaya menaikkan statusnya seusai perang Gaza tahun 2008/2009. Tapi sia-sia saja. [mad]