Selasa, 19 November 2019 | 05:07 WIB
Internasional
"Memperhatikan ketegangan hubungan antara kedua pihak dan strategi yang diambil Turki serta sikap Erdogan, maka tidak akan ada pertemuan antara para pejabat Ankara dan Tel Aviv di sela-sela sidang Majelis Umum PBB tahun ini."
AS Jadi Mediator Damai Turki dan Israel
Minggu, 18 September 2011 | 17:40 WIB
Perdana Menteri Turki Tayip Erdogan -
New York - Berbagai laporan memberitakan upaya Amerika Serikat bersama Perancis dan Inggris untuk memperbaiki hubungan antara Turki dan rezim Zionis Israel. Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan juga dipastikan akan menolak permintaan para pejabat Tel Aviv untuk bertemu.

Sebuah sumber terpercaya di PBB kepada IRNA, Sabtu (17/9) mengatakan, "Memperhatikan ketegangan hubungan antara kedua pihak dan strategi yang diambil Turki serta sikap Erdogan, maka tidak akan ada pertemuan antara para pejabat Ankara dan Tel Aviv di sela-sela sidang Majelis Umum PBB tahun ini."

"Erdogan akan menghadiri sidang itu dan bertemu dengan Presiden Barack Obama, namun kemungkinan besar Turki akan menolak permintaan AS untuk melakukan perundingan dengan pejabat Zionis," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan tuntutan Ankara dari Tel Aviv jelas dan tidak ada yang harus menguji tekad kita mengenai hal ini.

Turki dan Israel tidak membutuhkan mediasi AS dalam memperbaiki hubungan diplomatik mereka, tegas Davutoglu kepada kantor berita Perancis, AFP, Sabtu, menjelang pertemuan yang direncanakan antara Obama dan Erdogan.

Sejumlah laporan pada hari Jumat menyebutkan bahwa Obama akan bertemu Erdogan di Majelis Umum PBB pekan depan untuk mendesak Turki memperbaiki hubungan dengan Israel, di tengah ketegangan terus meningkat antara dua sekutu utama AS di kawasan.

Berbicara kepada AFP, Davutoglu menolak gagasan bahwa AS akan mampu menggoyah tekad Turki untuk mengakhiri permusuhan dengan Israel. Ditegaskannya, "Kita tidak perlu mediasi dengan cara apapun itu."

"Situasi saat ini tidak memerlukan mediasi. Tuntutan Turki jelas," tandas Davutoglu, mengacu pada permintaan Turki bahwa Israel harus meminta maaf atas serangan, yang menewaskan sembilan aktivis Turki.

Menlu Turki bersikeras bahwa tidak ada yang harus menguji tekad kami pada masalah ini. Ditambahkannya, warga Amerika mungkin orang-orang terbaik yang memahami posisi Turki dalam kasus tersebut.