Selasa, 16 Juli 2019 | 22:21 WIB
Internasional
Presiden Mahmoud Abbas juga menyeru PBB agar mengakui negara Palestina merdeka sebagai anggota penuh PBB berdasarkan perbatasan 1967
Sekjen PBB Serahkan Permohonan Palestina ke Dewan Keamanan
Sabtu, 24 September 2011 | 13:16 WIB
-
New York - Beberapa jam setelah menerima berkas permohonan untuk pengesahan sebagai anggota penuh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon langsung menyerahkan dokumen tersebut kepada Dewan Keamanan.

Selanjutnya Dewan Keamanan PBB bakal mengkaji permohonan tersebut, sebelum mengambil keputusan. "Permohonan tersebut telah diserahkan kepada misi Lebanon sebagai Ketua Dewan Keamanan saat ini ", kata wanita juru bicara PBB, Farhan Haq, Sabtu (24/9) seperti dilansir AFP.

Dalam pidatonya, Presiden Mahmoud Abbas juga menyeru PBB agar mengakui negara Palestina merdeka sebagai anggota penuh PBB berdasarkan perbatasan 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kota.

Abbas juga mendesak Israel agar mewujudkan perdamaian. Dia juga menegaskan bahwa  Palestina siap kembali ke pembicaraan perdamaian kalau kegiatan permukiman Israel dihentikan.

Beberapa menit setelah pidatonya, Abbas secara resmi menyerahkan upaya bagi negara Palestina kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Beberapa negara di dewan itu telah menjanjikan dukungan mereka bagi upaya negara Palestina tersebut, tapi sekutu erat Israel, Amerika Serikat, menyatakan akan menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan guna menghentikannya.

Jika upaya itu gagal di Dewan Keamanan, Palestina dapat membawa upaya mereka langsung ke Sidang Majelis Umum untuk memperoleh status yang lebih rendah sebagai negara pengamat non anggota.

Di Sidang Majelis Umum, Palestina memiliki dukungan luas dan tindakan tersebut tampaknya akan lolos dalam pemungutan suara sebab tak ada hak veto di sana. (buj)