Minggu, 29 Maret 2020 | 12:45 WIB
Internasional
Para pemimpin Barat terlalu dini merayakan kematian pemimpin kawakan Libya tersebut.
Rusia: Gaddafi Masih Hidup Jika tidak di Serang NATO dari Udara
Sabtu, 22 Oktober 2011 | 00:04 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov -

Skalanews - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Jumat, konvoi mobil yang membawa pemimpin Libya, Muamar Gaddafi tidak menimbulkan bahaya atau menyebabkan hingga dia tewas di tangan para tentara Dewan transisi Nasional (NTC) jika tidak diserang jet-jet tempur NATO.

Karena itu, ia mempertanyakan kondisi seputar kematian orang kuat Libya tersebut. Dalam wawancara yang disiarkan langsung di radio, seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/10), Lavrov mengatakan, para pemimpin Barat terlalu dini merayakan kematian pemimpin kawakan Libya tersebut.

Gaddafi dipastikan tewas, usai para tentara NTC memenangi peperangan selama seminggu di Sirte. Pasca-itulah, para tentara NTC berhasil menemukan Gaddafi yang telah memimpin Libya selama 42 tahun tersebut.

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi tak melawan saat ditangkap oleh tentara Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya, Kamis (20/10) di kota kelahirannya Sirte.

Gaddafi tertangkap tentara NTC di sebuah saluran air beberapa jam setelah kota itu dinyatakan jatuh ke tangan NTC. Dia meninggal karena luka-lukanya, Kamis tengah hari ketika mencoba melarikan diri dari para penahannya.

Pemimpin NTC Mahmoud Djibril dalam konferensi pers di iIbukota, Kamis malam menyebut, mantan orang kuat Libya itu, "benar-benar dalam kondisi yang baik saat ditangkap  dan ditarik dari saluran air."

Saat ditangkap dia mengenakan pakaian dan bersenjatakan sepucuk pistol. Dia mendapat luka  ditangan kanannya sesaat ketika akan dipindahkan menggunakan sebuah truk pick-up. Djibril menyebut tak ada luka lain sebelum truk itu itu bergerak.

Djibril berkilah saat truk tersebut mulai bergerak, terjadi tembak-menembak antara tentara NTC dan loyalis Gaddafi dan dia tertembak di kepalanya. Namun, dia tak mengkonfirmasi dari mana tembakan tersebut berasal. Tentara NTC atau loyalis Gaddafi.

Jibril juga menjelaskan bahwa dokter yang menangani jenasah Gaddafi tak menemukan ada tanda-tanda pukulan atau luka memar di wajah Gaddafi, yang masih hidup beberapa menit sebelum kedatangannya di rumah sakit. [mad]

  
  
TERPOPULER
Index +