Selasa, 7 April 2020 | 21:37 WIB
Internasional
Menurut pejabat pemerintahan interim Gaddafi dan putranya akan dikubur secara bersamaan. Pejabat pemerintahan interim mengatakan tak tercapainya kesepakatan dengan suku asal Gaddafi soal penyerahan jenazah.
Jenazah Gaddafi dan Putranya Mulai Membusuk
Selasa, 25 Oktober 2011 | 11:04 WIB
Penguburannya mengakhiri delapan bulan perang saudara di Libya -
Skalanews - Jenazah pemimpin terguling Libya Muamar Gaddafi sudah mulai membusuk. Tidak hanya itu, jenazah putranya dan komandan militernya sudah mulai membusuk. Sehingga para pengunjung harus mengenakan masker menghindari bau yang tak sedap.

Atas dasar itulah, Pemerintah Transisi Libya mengumumkan akan menguburkan pemimpin yang telah memerintah Libya lebih dari 40 tahun itu, di sebuah gurun yang dirahasiakan tempatnya. Demikian disampaikan seorang pejabat Dewan Peralihan Nasional (NTC) di Misrata, Libya, seperti dikutip Reuters, Senin (25/10).

Jenazah Gaddafi, putranya dan mantan Menteri Pertahanan Abu Bakr Younes, dipindahkan dari ruang pendingin di Misrata ke tempat yang dirahasiakan. Pengumuman tersebut mengakhiri percekcokan mengenai mayatnya yang mulai membusuk dan membuat banyak orang mengkhawatirkan kemampuan pemerintah baru di Libya.

Saat sekutu Barat mereka merasa tak tenang bahwa Gaddafi dipukuli dan ditembak setelah ditangkap pada Kamis (20/10) pekan lalu, gerilyawan memperlihatkan mayat mantan pemimpin Libya itu di kamar pendingin.

Mereka bersilang pendapat mengenai apa yang akan dilakukan dengan mayat tersebut. Sampai-sampai jenazah tersebut membusuk dan memaksa mereka menutup pintu pada Senin kemarin.

"Ia akan dikuburkan besok dalam pemakaman sederhana yang dihadiri para sheikh. Itu akan dilakukan di lokasi yang tak diketahui di daerah gurun," kata pejabat tersebut.

Menurut pejabat pemerintahan interim Gaddafi dan putranya akan dikubur secara bersamaan. Pejabat pemerintahan interim mengatakan tak tercapainya kesepakatan dengan suku asal Gaddafi soal penyerahan jenazah.

Dia menambahkan, jenazah yang membusuk itu tak bisa bertahan lebih lama lagi. Pembunuhan tokoh berusia 69 tahun di kota kelahirannya, Sirte, itu mengakhiri delapan bulan perang saudara di negara Afrika Utara tersebut. [mad]

  
  
TERPOPULER
Index +