Selasa, 7 April 2020 | 20:35 WIB
Internasional
Tiga rumah itu bernilai total sebesar 43,8 juta peso (1,1 juta dolar AS).
Harta Imelda Marcos Disita Pemerintah Filipina
Jumat, 28 Oktober 2011 | 23:16 WIB
Imelda Marcos - Newsweek -
Skalanews - Pemerintah Filipina memastikan pihaknya telah menyita tiga rumah milik mantan ibu negara flamboyan Filipina Imelda Marcos. Hal itu dilakukan sebagai ganti rugi atas uang yang ia gelapkan hampir tiga dasawarsa lalu memimpin.

Tiga rumah itu bernilai total sebesar 43,8 juta peso (1,1 juta dolar AS). Juru bicara Komisi Presiden untuk Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Nick Suarez mengatakan langkah tersebut sekaligus mengakhiri pertikaian hukum yang dimulai pada 1987, setahun setelah suami Imelda, almarhum Ferdinand Marcos digulingkan dari kekuasaan.

Suarez mengatakan ia tidak mengetahui apakah keluarga Marcos pernah tinggal di rumah-rumah itu, yang merupakan ganti rugi atas uang sebesar 10 juta peso yang diambil secara ilegal dari Lembaga Pengimpor Beras negara itu pada tahun 1983.

"Ini adalah kemenangan bagi rakyat Filipina dan pemerintah karena kami dapat mengambil kembali apa yang dicuri," kata Suarez AFP, Jumat (28/10).

Komisi itu sedang berusaha untuk mengambil kembali miliaran peso yang dicuri oleh diktator itu dan keluarganya selama 20 tahun Marcos menjabat.

Sebuah pengadilan khusus anti-korupsi memutuskan pada April bahwa keluarga itu harus mengembalikan uang kepada pemerintah, ditambah bunga. Pengadilan yang sama memutuskan pekan ini bahwa pemerintah sekarang dapat menyita properti keluarga itu setelah keluarga itu gagal membayar.

Juru bicara Imelda Marcos tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar. Ferdinand Marcos memerintah negara itu pada periode 1965-1986 sebagai diktator. Keluarga dan sekutu mereka dituduh mencuri miliaran dolar dana negara selama periode itu.

Imelda Marcos juga dikenal karena gaya hidupnya yang mewah, meskipun kemiskinan melanda negerinya. Koleksi besar-besaran ribuan sepatunya juga ditemukan di istana kepresidenan setelah keluarga itu melarikan diri ke Amerika Serikat.

Komisi itu mengatakan bahwa mereka telah mengambil kembali lebih dari 85, 64 miliar peso uang Marcos sejak 1986. Namun para pejabat mengatakan kurangnya bukti dan petunjuk serta teknik-teknik penundaan yang dilakukan oleh pengacara Marcos telah menghambat upaya Komisi untuk mengambil lebih banyak uang negara yang telah dicuri.

Keluarga diktator yang jatuh itu kembali ke Filipina setelah kematiannya pada 1989 dan telah memperoleh kembali beberapa dari pengaruh mereka dalam beberapa tahun terakhir. Imelda Marcos dan anak mereka, juga bernama Ferdinand, terpilih sebagai anggota parlemen tahun lalu. [mad]

  
  
Berita Terkait:
TERPOPULER
Index +