Rabu, 26 Juni 2019 | 05:34 WIB
Internasional
Obama mengakui bahwa pemerintah telah mengorbankan 99 persen penduduk Amerika demi ambisi satu persen rakyatnya.
Obama Mengaku Salah Korbankan Rakyatnya
Senin, 31 Oktober 2011 | 07:35 WIB
Presiden AS Barack Obama -
Skalanews - Presiden AS, Barack Obama menyebutkan kata 'Occupy Wall Street' dalam pidatonya. Hal itu merupakan pertama kalinya ia menyebut kata tersebut dalam pembicaraanya. Obama mengakui bahwa pemerintah telah mengorbankan 99 persen penduduk Amerika demi ambisi satu persen rakyatnya.

Pengakuan tersebut dinyatakan Obama pada saat Kantor Anggaran Kongres Amerika pekan ini melaporkan bahwa pendapatan satu persen kelompok borjuis Amerika antara tahun 1979-2007 meningkat tiga kali lipat.

Selain itu, pernyataan Obama dilakukan pada saat Pilpres telah dekat dan partai-partai politik Amerika seperti Republik dan Demokrat saling menyalahkan satu sama lain.

Kedua partai tersebut berusaha meraih kemenangan dengan cara mengusung berbagai isu terutama masalah kondisi buruk Amerika. Demikian Press TV melaporkan Minggu (30/10).

Di sisi lain, jumlah sponsor dana presiden Amerika dalam pemilu mendatang menurun. Panitia kampanye Obama mengumumkan bahwa hanya tinggal satu juta orang yang menyatakan siap mendukung dana kepada Obama dalam pemilu 2012 mendatang.

Pada jajak pendapat terakhir, popularitas Obama turun menjadi 41 persen. Krisis ekonomi menjadikan rakyat AS tidak rela dengan kondisi yang ada dan mengakibatkan meunculnya gerakan protes terhadap sistem kapitalisme.

Demonstrasi rakyat Amerika yang disebut "Occupy Wall Street" dimulai sejak tanggal 17 September di New York. Mereka memprotes ketamakan perusahaan-perusahaan raksasa, korupsi, kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Hingga kini aksi tersebut merambah ke kota-kota besar Amerika. Bahkan telah menyebar ke berbagai negara seperti Australia, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Irlandia dan Portugal. [mad]