Kamis, 21 Februari 2019 | 06:46 WIB
Internasional
Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak akan menyalurkan kontribusinya untuk November sebesar 60 juta dolar AS kepada UNESCO.
Palestina Diterima Jadi Anggota, Dana Unesco Dipangkas AS
Selasa, 1 November 2011 | 07:40 WIB
Kantor Pusat Unesco di Paris, Perancis -
Skalanews - Diterimanya Palestina sebagai anggota penuh di UNESCO berbuntut panjang. Sebab, Amerika Serikat memutuskan akan memotong dananya bagi UNESCO.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak akan menyalurkan kontribusinya untuk November sebesar 60 juta dolar AS kepada UNESCO. Karena hukum Amerika Serikat melarang AS memberi dukungan kepada lembaga PBB manapun yang menerima keanggotaan Palestina.

Washington saat ini merupakan sumber dana UNESCO terbesar, menyediakan 22 persen dana lembaga ini. Sebelumnya, Senin (31/10), UNESCO yang berbasis di Paris menyetujui permohonan Palestina dengan suara 107 banding 14, dengan 52 abstain.

Perancis termasuk salah satu yang menyetujui mosi tersebut, bersama dengan hampir semua negara Arab, Afrika, Amerika Latin dan Asia, termasuk Tiongkok dan India. Israel, AS, Kanada dan Jerman termasuk di antara yang menolak, sementara Jepang dan Inggris abstain.

Persyaratan dua pertiga suara yang dibutuhkan oleh UNESCO yang beranggotakan 193 negara itu pun terpenuhi. Gedung Putih menyebut keputusan UNESCO sebagai 'prematur.' Selain itu, dinilai langkah tersebut mengecilkan upaya komunitas internasional untuk mencapai perdamaian yang menyeluruh di Timur Tengah.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan langkah ini mengalihkan perhatian dari tugas memulai kembali perundingan langsung antara Israel dan Palestina. Duta Besar AS bagi PBB, Susan Rice, menyebut hasil tersebut sebagai "sangat merusak bagi UNESCO." [mad]