Jumat, 22 November 2019 | 10:14 WIB
Internasional
Menurut jajak pendapat, 60 persen pemilih Yunani besikap negatif terhadap paket bantuan ini. Perdana menteri Yunani George Panpandreou menyatakan ingin tahu dukungan rakyat Yunani. Jerman dan Prancis mengambil inisiatif untuk bantuan ini.
Sambut Dana Talangan dari Eropa, Yunani Gelar Referendum
Rabu, 2 November 2011 | 08:13 WIB
Perdana Menteri Yunani George Panpandreou -
Skalanews - Pemerintah Yunani akan mengadakan referendum ihwal dukungan pemilih Yunani untuk paket bantuan Uni Eropa sebesar 130 miliar euro.

Menurut jajak pendapat, 60 persen pemilih Yunani besikap negatif terhadap paket bantuan ini. Perdana Menteri Yunani George Panpandreou menyatakan ingin tahu dukungan rakyat Yunani. Jerman dan Prancis mengambil inisiatif untuk bantuan ini.

Sebelumnya, para pemimpin negara-negara Eropa menyepakati paket dana talangan sebesar 150 miliar dolar AS untuk membantu Yunani mengurangi utang-utangnya. Presiden Perancis Nicholas Sarkozy di Brussel, Kamis (27/10) juga mengumumkan kesediaan bank-bank swasta Eropa untuk menerima pemangkasan separuh nilai obligasi mereka pada pemerintah Yunani.

Pengumuman itu bagaimanapun berhasil dicapai setelah perdebatan alot dua minggu antara sesama pemimpin zona euro dan Institute of International Finance (IIF) dan lobi untuk memaksa perbankan dan sektor swasta berbagi 'rasa sakit' beban utang Yunani.

Kepala IFF Charles Dallara sebelumnya secara marathon bertemu Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel di sela-sela pertemuan 17 pemimpin negara zona euro.

Sakorzy yang mewakili pimpinan zona euro, berhasil meyakinkan bank untuk menghapus miliaran utang Yunani, sebagai langkah kunci kesepakatan termasuk dengan rekapitalisasi Bank dan peningkatan dana cadangan.

Sebelumnya, bank-bank telah menyetujui hair cut 21 persen bondholdings Yunani sebagai bagian dari bailout kedua. Namun langkah tersebut terbukti tak cukup dengan terus memburuknya situasi ekonomi sejak saat itu.

Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya memaksa bank-bank swasta untuk menerima potongan sebesar 60 persen, namum mereka hanya berani menyepakati 40 persen.

Pengumuman akan membantu mengangkat euro karena investor lebih optimis tentang prospek pertumbuhan wilayah dan mata uang tunggal. [mad]