Rabu, 23 Oktober 2019 | 01:47 WIB
Korupsi
KPK Siap Buka Penyelidikan Baru Kasus Bank Century
Selasa, 2 Juni 2015 | 15:08 WIB
Johan Budi SP - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi menjelaskan pihaknya akan membuka penyelidikan baru kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. 

Hal itu bisa dilakukan setelah mempelajari putusan terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Betul, ketika Century berkekuatan hukum tetap, dari putusan itulah saya bisa katakan bisa dibuka penyelidikan baru," ujar Johan saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (2/6).

Johan mengatakan,  hingga saat ini KPK masih menunggu salinan putusan terhadap Budi Mulya untuk kemudian dipelajari.

"KPK menunggu salinan putusuan lengkap terdakwa Budi Mulya. Salinan putusannya saya belum tahu," kata Johan.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, jaksa penuntut umum akan mempelajari putusan Mahkamah Agung atas Budi Mulya yang telah berkekuatan hukum tetap.

Pendalaman tersebut akan dilakukan melalui forum ekspos atau gelar perkara. Dalam forum tersebut nantinya akan dilihat kemungkinan adanya pengembangan kasus.

Menurut Priharsa, KPK juga akan menelisik nama-nama yang tercantum dalam berkas dakwaan Budi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun, KPK masih akan mencari bukti-bukti penguat untuk mengembangkan kasus ke depan.

"Itu ada dugaan keterlibatan, cuma kan masalahnya (kurang) bukti," kata Priharsa. [Bisma Rizal/bus]