Kamis, 5 Desember 2019 | 21:39 WIB
Korupsi
Dirjen Pas Masih Memproses Remisi Tiga Terpidana Korupsi
Selasa, 21 Juli 2015 | 16:15 WIB
Muhammad Nazaruddin - [skalanews]

Skalanews - Kepala Humas Dirjen Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi mengatakan pihaknya masih memproses remisi bagi tiga terpidana kasus korupsi. Diantaranya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, politisi PDI Perjuangan Emir Moeis, dan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada.

"Remisi mereka masih diproses. Jadi, hingga saat ini belum diterbitkan SK (surat keputusan)-nya," ujar Akbar, saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (21/7).

Dirinya menyebutkan, remisi itu diajukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Suka Miskin, Bandung, Jawa Barat. Sehingga, pihanya harus diverifikasi terlebih dahulu.

Dengan mempertimbangkan sikap terpidana selama di Lapas dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Akbar juga menyebutkan, pihaknya akan meminta rekomendasi kepada KPK apakah para terpidana layak mendapatkan remisi atau tidak.

"Kan kalau dari Lapas sudah lebih dari enam bulan, mengikuti program pembinaan, tidak pernah melanggar tata tertib. Baru nanti akan kami tanya ke pihak terkait kayak KPK," kata Akbar.

Ada pun persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan PP No. 99 tahun 2012 yaitu berkelakuan baik, menjalani masa pidana lebih dari enam bulan, bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya, dan membayar lunas denda dan uang pengganti.

Setelah diverifikasi, proses selanjutnya melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk memutuskan apakah remisi akan diberikan kepada terpidana tersebut atau tidak. Namun, Akbar tidak dapat memastikan berapa lama proses tersebut selesai. Ia hanya mengatakan, jika usulan remisi ini disetujui, maka terpidana akan mendapatkan remisi pada hari raya berikutnya.

Nazaruddin merupakan terpidana tujuh tahun penjara dalam kasus korupsi dana pembangunan Wisma Atlet. Emir Moeis dihukum tiga tahun penjara terkait kasus suap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, tahun 2004. Sementara, Dada Rosada divonis 10 tahun penjara dalam kasus suap kepada hakim terkait sidang perkara dana bansos Bandung. (Bisma Rizal/bus)