Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:42 WIB
Korupsi
Soal dugaan aliran dana succes fee pembangunan wisma atlet.
Marzuki Persilakan KPK Selidiki Banggar DPR
Jumat, 13 Mei 2011 | 13:12 WIB
-
Jakarta - Menanggapi soal dugaan dana succses fee pembangunan wisma atlet yang juga mengalir Komisi X dan ke badan Anggaran (Banggar) DPR, Ketua DPR-RI Marzuki Alie membuka pintu bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyelidikan. "Siapapun yang terkait harus diungkap," ujar Marzuki lewat pesan singkat kepada wartawan di DPR, Senayan, Jumat (13/5).

Kabar soal aliran dana succses fee tersebut terkuak, setelah tim investigasi Partai Demokrat melakukan penelusuran kasus suap yang diduga melibatkan kader dan politisi partai berlambang mercy itu, Kamis (12/5) malam kemarin.

Salah satu anggota tim investigasi, Benny K Harman mengungkapkan, dari hasil klarifikasi terhadap beberapa kader Demokrat yang disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi wisma atlet terungkap bahwa dana sekitar Rp 8 miliar itu mengalir ke elit Banggar DPR.  

Benny menambahkan, dari hasil penelusuran sementara, dua kader PD yang diduga terlibat sebelumnya, M Nazaruddin dan Anggie tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus itu.

"Tapi jika kami temukan informasi baru, kami akan klarifikasi lagi. Nanti kami lihat, termasuk dugaan kader lain di Komisi X dan Banggar DPR," kata Benny kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/5).

Selain Benny, dalam pemeriksaan Kamis malam itu hadir juga Ketua FPD Jafar Hafsah, Ruhut Sitompul, Nazaruddin, Anggelina Sondakh, Mahyudin, Mirwan Amir dan Eddy Sitanggang.

Ketua Komisi III DPR ini menegaskan pemanggilan Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir dan Ketua Komisi X Mahyudin hanya untuk klarifikasi atas isu-isu dan keterangan yang muncul dalam proses pemeriksaan belakangan ini.

"Kita panggil saja mereka berdua. Hanya untuk klarifiaksi, itu biasa kan, agar kita tahu permasalahannya," tegas Benny. (zhank's/yan)