Sabtu, 25 Januari 2020 | 06:39 WIB
Korupsi
Pemberian uang senilai 12000 doral Singapura kepada Sekjen MK yang dilakukan Nazaruddin belum diketahui dengan jelas apa motifnya.
KPK Siap Turunkan Tim Untuk Ketahui Motif Nazaruddin
Selasa, 24 Mei 2011 | 21:39 WIB
KPK belum mengatahi apa sebenarnya motif Nazaruddin -
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan kedatangan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, dan Sekjennya, Janedjri M Gaffar, untuk membahas pengembalian uang milik Nazaruddin.

"Cerita mengenai kronologinya. Pak Mahfud MD dengan Sekjennya," kata Wakil Ketua KPK M Jasin saat ditemui di Kantor KPK Jakarta, Senin, 24 Mei 2011.

Berdasarkan informasi yang disampaikan akan segera dikaji untuk dapat diketahui motif pemberian uang itu. Meski demikian, KPK tidak lantas hanya menerima laporan itu semata. KPK tetap menempatkan posisinya sebagai penegak hukum.

"Apakah ada motif pemberian uang dari Nazaruddin. Kalau pengakuan Pak Sekjen dan Pak Mahfud MD, tidak. Kita juga akan menempatkan diri sebagai penegak hukum, dan judgement kita adalah prosedur hukum tentunya," ujarnya.

Meski begitu, Jasin mengimbau agar masyarakat sabar karena persoalan ini baru saja dilaporkan. KPK akan menurunkan tim guna mengkaji lebih dulu terkait laporan itu.

"Tim akan dikaji dulu kalau mengenai (pemanggilan) itu merupakan kelanjutan dari hasil kerja tim seperti apa. Kita tunggu saja yah," tegasnya.

Untuk itu KPK  menegaskan tidak akan terpengaruh dengan isu politik yang berkembang termasuk soal pencopotan Muhammad Nazaruddin dari jabatan Bendahara Umum Partai Demokrat.

"KPK tidak pernah memperhitungkan urusan politik. Itu (pencopotan) tidak ada pengaruhnya, karena kami bekerja di ranah hukum," ungkap Ketua KPK Busyro Muqoddas saat di konfirmasi di Jakarta.

Tapi, sampai sejauh ini KPK belum bisa memastikan kapan akan memanggil Nazaruddin. “kami belum mengumpulkan bukti terkait dengan adanya dugaan keterlibatan Nazaruddin. Untuk itu kami belum bisa memastikan kapan akan dilakukan pemanggilan.” Ucap Busyro di gedung KPK. (pay)