Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:02 WIB
Korupsi
"Surat permohonan itu diterimanya Senin (4/7) dan Polri sudah meneruskan permohonan itu kepada Interpol."
Red Notice Nazaruddin Telah Diterbitkan Polisi
Selasa, 5 Juli 2011 | 16:35 WIB
Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol. Ito Sumardi/foto.sindo -
JAKARTA - Tersangka suap Kemenpora, M Nazaruddin masuk dalam daftar buruan internasional yang bekerja sama dengan interpol. Hal itu setelah Mabes Polri menerbitkan 'red notice' agar dapat memulangkannya ke Indonesia. "Pagi tadi dikirimkan ke Interpol," kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Pol Ito Sumardi di Jakarta, Selasa (5/7).

Penerbitan 'red notice' itu, ungkap dia, berdasarkan permohonan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tersangka kasus dugaan suap proyek wisma atlet SEA Games. "Surat permohonan itu diterimanya Senin (4/7) dan Polri sudah meneruskan permohonan itu kepada Interpol," katanya.

Selanjutnya, Interpol akan menyebarkan foto beserta ciri-ciri Nazaruddin ke-188 negara anggotanya. Seperti diketahui, Nazaruddin diduga sudah berada di Singapura jauh sebelum ditetapkan tersangka terkait suap wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan, oleh KPK.

Meski tim dari dari Polri, KPK, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Luar Negeri masih melakukan pencarian terhadap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu, Ito mengungkapkan, tidak mudah membawanya kembali ke Indonesia. "Kita tidak bisa samakan apa yang sudah saya lakukan membawa Gayus. Masalah perbuatannya berbeda-beda. Kalau dia tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, polisi sana juga tidak bisa tangkap," ujar Ito.

Ito melanjutkan, kepolisian akan berusaha keras melakukan pendekatan dengan Kepolisian singapura jika memang ia benar berada di sana. "Seperti masalah kemarin, kita mendeportasi tersangka terorisme warga negara Singapura. Itu bentuk kerja sama police to police ," kata Ito.

Terkait anggapan bahwa Nazaruddin telah berada di Indonesia, ia membantahnya. Sebab, lanjut dia, tidak mudah untuk masuk ke Indonesia bagi orang yang dicari oleh petugas keamanan. "Jika Nazaruddin ada di Indonesia kan bisa dilihat masuk ke Indonesia itu tidak mudah dan pasti ketahuan kalau orang yang dicari-cari masuk RI lagi," tuturnya. [mad]