Kamis, 21 Februari 2019 | 07:00 WIB
Korupsi
"Selanjutnya pada 2011, laporan yang diterima sebanyak 1.509 dimana 360 diduga hakim nakal yang telah diregistrasi."
Pantas Korupsi Susah Hilang, Setiap Tahun Hakim Nakal Bertambah
Kamis, 14 Juli 2011 | 22:59 WIB
-
PADANG - Setiap tahunnya pengaduan terhadap dugaan hakim "nakal" yang melanggar kode etik terus meningkat. Hal itu disebabkan minimnya komitmen para hakim mereka menjaga amanah. Berdasarkan data yang diperoleh Komisi Yudisial (KY), pada 2009 tercatat 380 telah diregistrasi, di 2010 ada 641 hakim yang diduga nakal.
 
"Selanjutnya pada 2011, laporan yang diterima sebanyak 1.509 dimana 360 diduga hakim nakal yang telah diregistrasi," kata Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Litbang KY, Jaja Ahmad Jayus di Padang, Kamis (14/7).

Sekitar 360 laporan tersebut sedang dan sudah diproses KY, dan sebanyak 36 hakim telah mendapat tindakan. "Di antara laporan yang masuk tersebut dan sedang diproses oleh KY, ada terkait persidangan Abu Bakar Baksyir yang saksinya dihadirkan secara telecomfren," beber Jaja.

Terkait pengaduan tersebut, lanjut dia, pihaknya memiliki waktu 90 hari untuk menyelidiki suatu kasus. "Dalam penyelidiki laporan pengaduan tersebut, KY memiliki kewenangan untuk memanggil hakim bersangkutan guna melakukan klarifikasi," ujarnya.

KY, dijelaskan Jaja, terus 'memata-matai' dalam bentuk tindakan pelanggaran kode etik hakim yang mungkin dilakukan hakim "nakal". Hal itu untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

"Pengawasan yang dilakukan oleh KY ini mengacu pada Pasal 24B UUD Tahun 1945 dan Pasal 13 UU nomor 22 Tahun 2004, tentang wewenang dan tugas KY dalam rangka menjaga dan menegakkan keluhuran dan martabat hakim," tuturnya.

"KY bersama Mahkamah Agung (MA) telah menindak para hakim nakal di wilayah Sumatera, karena telah terbukti banyak diantara hakim yang menyalahgunakan wewenangnya," sambung Jaja lagi.

KY, ditegaskan Jaja, akan bekerja semaksimal mungkin untuk menertiban hakim-hakim nakal yang tidak dipungkiri sangat merugikan masyarakat. "KY telah membentuk satu sistem pengawasan terhadap para hakim yang berperilaku buruk, baik pengawasan secara formalmaupun informal," tandasnya. [mad]