Selasa, 7 April 2020 | 20:46 WIB
Korupsi
Terpidana Eddy Subandi terbukti terbukti bersalah menyalahgunakan uang operasional Sekda Kutai Kertanegara, Kaltim untuk kepentingan pribadi senilai Rp 1,5 miliar
Kejagung Tangkap Buronan Kasus Korupsi Kaltim
Selasa, 16 Agustus 2011 | 22:24 WIB
-
Jakarta – Tim penyidik gabungan Kejaksaan Agung menangkap terpidana Eddy Subandi (62) yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kertanegara, Kaltim. Buronan selama dua tahun ini terlibat dalam kasus korupsi mantan Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani Hassan Rais.

"Tim gabungan telah menangkap terpidana korupsi yang buron selama dua tahun. Atas nama Haji Edi Subandi, mantan Sekda Kutai Kertanegara, Kecamatan Tenggarong," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad, di kantornya Kejagung, Jakarta pada Selasa (16/8).

Noor menambahkan, penangkapan terpidana Eddy Subandi ini didasarkan pada putusan kasasi MA Nomor 1704 K/Pidsus/2008 yang dterbitkan pada tanggal 23 Januari 2009, terkait dengan kasus korupsi mantan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani Hassan Rais.

Melalui putusan yang menolak permohonan kasasinya ini , Eddy dinyatakan terbukti terbukti bersalah menyalahgunakan uang operasional Sekda selama tahun 2000-2002 dengan mengambil uang Pemkab melalui sejumlah kartu kredit terbitan Bank Danamon, Lippo Bank, BNI, dan BCA untuk kepentingan pribadi. Akibat perbuatannya itu negara telah dirugikan lebih dari Rp 1,5 miliar.  

Penangkapan ini diakui Noor dilakukan oleh tim penyidik gabungan antara Jampidsus dan Jamintel pada Senin (15/8), sekitar pukul 18.00 WIB di kediamannya, di Cempaka Putih, Jakarta.  

"Keputusan yang dikeluarkan MA itu bersifat tetap jadi Kejaksaan dan tim Intelejen Garuda, yang dikomandani JW Purba melakukan menyergapan di kediamannya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta. Dengan penyergapan ini kemudian pihak kejaksaan menyerahkan buronan tersebut ke Kejati Kaltim," paparnya

Di tempat terpisah,  JW Purba menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengintaian selama 1 bulan dengan berpindah-pindah tempat, dari Kaltim, Yogyakarta, kemudian ke Jakarta.

"Selama pengintaian pihaknya berhasil mengetahui keberadaan rumah tersangka yang berada di Cempaka Putih, kemudian kami melakukan penangkapan. Untungnya tersangka bersifat kooperatif pada petugas," ujarnya saat menceritakan kronologisnya.

Dalam kasus itu, Pengadilan Negeri Tenggarong memvonis Eddy Subandi dengan hukuman penjara selama 1,6 tahun, tetapi entah bagaimana pihak kejaksaan kehilangan terpidana  Eddy Subandi sehingga menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dari pemerintah Kukar.

Atas penangkapan ini Kejagung langsung menyerahkan terpidana Eddy Sunadi ke Kejaksaan Tinggi, Kaltim untuk menjalani hukuman. (dip)
  
  
TERPOPULER
Index +