Selasa, 12 November 2019 | 06:09 WIB
Korupsi
"Kemarin kata penyidik baru beberapa pertanyaan terus yang bersangkutan mengeluh sakit, jadi dihentikan pemeriksaannya."
Senin, KPK Periksa Nazaruddin Lagi
Sabtu, 20 Agustus 2011 | 00:11 WIB
Juru bicara KPK Johan Budi Sp [skalanews/Eddy Tarigan] -
JAKARTA - Pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan suap untuk tender proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang, Muhammad Nazaruddin akan dilanjutkan pada Senin (22/8) mendatang.

Demikian disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Jumat (19/8). Sebab, menurut dia, pemeriksaan terhadap mantan bendaraha umum Partai demokrat pada Kamis (18/8) lalu tidak berlangsung lama, sehingga perlu segera dijadwalkan kembali pemeriksaan selanjutnya.

"Kemarin kata penyidik baru beberapa pertanyaan terus yang bersangkutan mengeluh sakit, jadi dihentikan pemeriksaannya," katanya.

Sebelumnya, saat menjalani pemeriksaan, Kuasa Hukum Nazaruddin, OC Kaligis mengatakan bahwa kliennya itu telah meminta beberapa hal kepada KPK maupun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui surat sebelum melanjutkan pemeriksaan.

Beberapa permintaan kliennya tersebut, lanjut dia, adalah untuk tidak diborgol dan dipindahkan penahanannya dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Sebab, menurut Kaligis, kliennya tersebut akan merasa merasa lebih leluasa ketika menjalani pemeriksaan jika sudah dipindahkan dari Rutan Mako Brimob tersebut.

Nazarrudin usai menjalani pemeriksaan sebelumnya mengatakan bahwa dirinya akan diam dan memilih lupa semua hal yang pernah ia sampaikan saat menjadi buron, terkait dengan pihak-pihak yang ikut menikmati 'fee' pemenangan PT Duta Graha Indah menjadi pemegang proyek wisma atlet SEA Games di Palembang tersebut.

Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto telah mengatakan bahwa KPK tidak merasa khawatir jika niat Nazaruddin untuk diam dilakukan, karena berdasarkan pengalaman kasus-kasus tindak pidana korupsi sebelumnya dimana tersangka juga tidak mau bicara, penyidik tetap dapat menemukan alat bukti yang cukup untuk menjeratnya hingga ke pengadilan. [mad]