Jumat, 13 Desember 2019 | 00:38 WIB
Korupsi
Komite Etik KPK Akan Periksa Michael Menufandu
Jumat, 16 September 2011 | 17:41 WIB
Mantan Dubes RI untuk Kolombia, Michael Menufandu bersama M. Nazaruddin [foto-KBRI Kolombia] -
Jakarta – Setelah menjalani pemeriksaan  oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, mantan duta besar Indonesia untuk Kolombia, Michael Menufandu rencananya akan dimintai keterangannya kembali oleh Komite Etik pada Senin (19/9) pekan depan.

Pemeriksaan Komite Etik kali ini terkait penyataannya mantan bendahara umum Partai Demokrat,  Muhammad Nazaruddin terkait keberadaan flashdisk dan rekaman dalam piringan cakram CCTV (closed circuit television).

"Belum hari ini, rencana pemeriksaannya pada 19 September mendatang,"ujar Ketua Komite Etik KPK, Abdullah Hehamahua saat dihubungi skalanews pada Jumat (16/9).

Pemeriksaan ini berdasarkan keterangan tersangka Nazaruddin kepada Komite Etik mengaku beberapa barang miliknya yang dititipkan ke Michael Menufandu, belum diserahkan. Barang yang diklaim itu antara lain berupa flashdisk dan piringan cakram yang isinya rekaman CCTV pertemuannya dengan Chandra M Hamzah.

Seperti diketahui, Michael Menufandu pada hari ini memenuhi panggilan penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet dengan tersangka M Nazaruddin. Menufandu disebut-sebut, tersangka Nazaruddin telah menyembunyikan flashdisk yang berisi data-data aliran penerima dana proyek Pembangunan Wisma Atlet.
 
Sementara sampai saat ini, yang bersangkutan belum merampungkan proses pemeriksaan penyidik KPK. (wah)