Senin, 14 Oktober 2019 | 03:15 WIB
Korupsi
Adanya tim ini diharapkan pejabat KPK akan lebih fokus pada tugas pokoknya sehingga tidak perlu lagi pimpinan KPK atau lainnya yang langsung menanggapi segala opini yang berkembang
Beking KPK, Mantan Jenderal Bentuk 'Crisis Center'
Jumat, 16 September 2011 | 21:41 WIB
[foto-skalanews/edditarigan] -
Jakarta – Komisi Pemberantasan Koorupsi (KPK) akan membentuk sebuah tim atau semacam crisis center. Tim yang terdiri dari 10 orang ini akan khsusus ditugasi untuk mengkonter dan menganalisis segala upaya-upaya untuk pelemahan lembaga super body ini

"Pimpinan KPK membentuk tim analisa dan advokasi hukum KPK yang terdiri 10 orang," ujar Ketua KPK Busyro Muqoddas saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/9).

Tujuan pembentukan tim ini, tambah Busyro, tidak lain untuk melakukan konter atas upaya pelemahan KPK. Menurutnya opini yang ada sudah meresahkan dengan menyerang pimpinan dan pegawai tertentu.

"Opini yang berkembang dilontarkan ke pimpinan dan pegawai KPK, setelah kami analisis ada pertimbangan bahwa sudah ada upaya pelemahan KPK. Opini yang berkembang juga menyerang pribadi pimpinan dan pegawai tertentu," imbuh Busyro dengan yakin

Busyro mengharapkan dengan adanya tim ini KPK akan lebih fokus pada tugas pokoknya. Ia berharap upaya pelemahan KPK melalui opini tidak perlu lagi pimpinan KPK yang langsung  menanggapi.

"Dengan dibentuknya tim ini kami akan fokus menegakkan hukum, kami tidak akan terkecoh," tambah mantan Ketua Komisi Yudisial ini.
 
Ia menuturkan inisiatif pembentukan tim ini datangnya dari sejumlah pihak yang ingin mengharapkan tetap eksistensinya KPK. Atas dukungan tersebut tentu saja pihaknya langsung  mengakomodir. "Setelah diskusi tujuan hanya sekedar dukungan ke KPK, tentu saja kami terima dukungan ini dari unsur civil society,"paparnya.

Tim tersebut dikoordinir mantan Panglima TNI Jenderal TNI, Endriartono Sutarto dengan anggota  Lelyana Santosa, Alexander Lay, Taufik Basyaria, Eri Ertiawan, Arjon Sinaga, Hamid Halid, Abdul Haris M Rom, Ari Yulianto Gema, Ahmad Maulana, Sugi sudrajat. (duh)