Kamis, 25 April 2019 | 21:09 WIB
Korupsi
Tomy menuturkan pihaknya telah melayangkan 4 surat dan data terkait indikasi korupsi tersebut kepada KPK.
Serikat Karyawan PT GI Laporkan Korupsi Manajemen
Rabu, 5 Oktober 2011 | 14:11 WIB
Ilustrasi -
Skalanews - Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia melaporkan indikasi korupsi di perusahaan yang menanungi mereka. Mereka menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (5/10/2011).

"Komitmen kami menjadikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme adalah harga mati. Komitmen ini kami wujudkan dengan melaporkan kepada KPK semua bukti transaksi yang patut diduga telah terjadi praktek korupsi sejak tahun 2006 sampai saat ini," kata Kepala Divisi Humas DPP SP Karyawan PT. Garuda, Tomy Tampatty di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/10).

Tomy menuturkan pihaknya telah melayangkan 4 surat dan data terkait indikasi korupsi tersebut kepada KPK secara beruntun di tahun 2006 hingga tahun 2010, namun belum juga ditindak lanjuti sampai sekarang. Adapun empat surat tersebut telah dilayangkan pihak serikat pekerja PT. Garuda secara bertahap dengan dugaan korupsi yang berlainan antara surat satu dengan yang lainnya.

Pertama ia berkirim surat ke KPK 2006 terkait adanya indikasi tindak pidana korupsi atas transaksi hasil penjualan ticket domestik yang hasil penjualan ticket setiap tahunnya senilai Triliunan Rupiah dari tahun 2000 di PT. Garuda Indonesia. Lalu surat laporan 2009-01-000132 tertanggal 07 Januari 2009 terkait indikasi penyimpangan atas Restrukturisasi Kredit PT. Garuda Indonesia di Bank BNI senilai Rp. 270.750.000.000.

Lalu laporan tanggal 20 Januari 2010 dengan nomor 2010-01-000340 terhadap indikasi atas penyimpangan biaya promosi di PT. Garuda Indonesia. Dan yang terakhir adalah laporan nomor 2010-12-000286 tertanggal 15 Desember 2010 terkait indikasi penyimpangan atas pengelolaan IT Komersial PT.

"Garuda Indonesia yang merugikan negara sebesar 140 Miliar rupiah, 2,7 Juta Euro serta Buyback saham LSI senilai 5,2 Juta Dollar Amerika," papar Tomi.

Seperti diketahui serikat pekerja PT Garuda Indonesia sering terjadi gejolak. Terakhir kali para pilot melakukan mogok selama 24 jam mengakibatkan kerugian miliaran rupiah. Hingga saat ini masih belum terjadi kesepakatan antara pekerja dengan manajemen.[Syamsud Dhuha/Pay]