Sabtu, 18 Januari 2020 | 08:04 WIB
Korupsi
Ada dua alasan pengajuan pensiun dini yang dituliskan dalam surat Sunarsono itu, Pertama, menurut dia, faktor kesehatan, sedangkan yang kedua, karena ingin untuk lebih dekat dengan keluarga.
Jadi Tersangka Korupsi, Kadishud Pemkab Jember Pensiun Dini
Senin, 24 Oktober 2011 | 20:19 WIB
-
Skalanews - Usai resmi menjadi tersangka kasus korupsi sewa pesawat di lapangan terbang Notohadinegoro, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember Sunarsono mengajukan surat pensiun dini.

"Hari ini, saya sudah menerima surat pengajuan pensiun dini Kepala Dishub Jember dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD)," kata Penjabat Bupati Jember Zarkasih, Senin (24/10).

Ada dua alasan pengajuan pensiun dini yang dituliskan dalam surat Sunarsono itu, Pertama, menurut dia, faktor kesehatan, sedangkan yang kedua, karena ingin untuk lebih dekat dengan keluarga. "Seorang PNS yang mengajukan pensiun dini harus memenuhi syarat pensiun, yakni usia lebih dari 50 tahun dan masa kerja minimal 20 tahun," tuturnya.

Sunarsono, ungkap dia, sudah memenuhi dua syarat pensiun. Sehingga Pemkab Jember akan meneruskan surat pengajuan dini tersebut kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). "Biasanya kalau sudah memenuhi syarat pensiun, maka Mendagri akan mengabulkan permohonan pensiun dini itu," bebernya.

Kendati demikian, Zarkasih mengaku tidak mengetahui, apakah pengajuan pensiun dini Sunarsono tersebut berkaitan dengan kasus hukum yang menjerat Kepala Dishub Jember itu. Sebab dalam surat pensiun dini itu disampaikan alasannya yakni faktor kesehatan dan keluarga.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung sudah menetapkan tiga tersangka kasus korupsi sewa pesawat lapangan terbang Notohadinegoro, Jember, Jatim, yakni Kepala Dinas Perhubungan Jember Sunarsono, mantan Direktur Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Syafril Jaya dan Direktur Aero Ekspres Internasional Raymond Mailangkai.

Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember untuk memudahkan proses penyidikan, bahkan Kejari Jember sudah membentuk tim khusus untuk menangani korupsi sewa pesawat lapangan terbang Notohadinegoro dengan kerugian sebesar Rp5,7 miliar.

Kasi Pidana Khusus Kejari Jember Kliwon Sugiyanta mengatakan, pihaknya sudah memanggil Sunarsono untuk dimintai keterangan, namun yang bersangkutan mangkir dengan alasan sakit. "Jaksa akan menjadwal ulang untuk memanggil Sunarsono sebagai saksi untuk tersangka yang lain karena berkasnya dipisahkan menjadi tiga berita acara pemeriksaan (BAP)," katanya. [mad]