Selasa, 25 Juni 2019 | 09:12 WIB
Korupsi
Ia mengatakan, upaya pemulangan Nunun memang tidak semudah upaya memulangkan Nazaruddin yang juga terjerat kasus suap. "Nazaruddin kan bicara. Kami bisa mendeteksinya," ungkapnya.
Kapolri Mengelak Dibilang Ada Kekuatan Lindungi Nunun
Jumat, 28 Oktober 2011 | 14:54 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo [foto-ist] -
Skalanews - Pernyataan Ketua KPK Busyro Muqoddas terkait adanya kekuatan tertentu di kepolisian yang membuat tersangka kasus dugaan suap, Nunun Nurbaeti, tidak bisa dipulangkan ke Indonesia dibantah Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.

"Tidak ada itu. Itu bukan ditujukan kepada kami," ujarnya di kompleks Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (27/10) malam.

Ia mengatakan, upaya pemulangan Nunun memang tidak semudah upaya memulangkan Nazaruddin yang juga terjerat kasus suap. "Nazaruddin kan bicara. Kami bisa mendeteksinya," ungkapnya.

Kapolri menjelaskan, hubungan Polri dan KPK tetap baik. Menurut dia, kedua instansi itu tetap bekerja sama dalam upaya memulangkan Nunun ke Tanah Air.

Sebelumnya, di sela rapat dengar pendapat antara KPK dan Komisi Hukum DPR (26/10), Busyro mengatakan, ada kekuatan-kekuatan besar yang membuat Nunun belum bisa dipulangkan ke Indonesia. Busyro menegaskan, KPK akan kesulitan memulangkan Nunun selama kekuatan itu masih ada.

Nunun diduga terlibat dalam kasus aliran uang dalam bentuk cek kepada sejumlah anggota DPR. Cek itu diduga terkait dengan proses pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Goeltom. [mad]