Selasa, 24 September 2019 | 15:54 WIB
Korupsi
Jika rencana tersebut bisa direalisasikan, bisa membuktikan bahwa pemerintah benar-benar serius memerangi korupsi.
KY Setuju Koruptor Dihukum 5 Tahun Minimal
Jumat, 28 Oktober 2011 | 15:20 WIB
-
Skalanews - Wacana Menteri Hukum dan HAM soal hukuman minimal bagi koruptor selama lima tahun, mendapat dukungan dari Komisi Yudisial (KY).

"Wacana yang progresif, tentu kami mendukungnya," tukas Wakil KY Imam Anshori Saleh, Jumat (28/10), kepada wartawan di ruang kerjanya.

Jika rencana tersebut bisa direalisasikan, sambung Imam, bisa membuktikan bahwa pemerintah benar-benar serius memerangi korupsi. "Jadi bukan hanya omongan saja," katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini banyak koruptor yang dihukum ringan karena tidak ada batas minimal. "Kan selama ini hanya hukuman maksimal dan tidak ada batasan minimalnya," katanya.

Namun, lanjutnya, definisi koruptor harus jelas, sehingga yang terjerat dengan hukuman minimal lima tahun adalah orang yang jelas jelas melakukan tindak pidana korupsi.

"Jangan sampai seorang staf yang salah administrasi dikatakan korupsi sedangkan atasannya yang menikmati lolos," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin mewacanakan hukuman minimal lima tahun untuk para koruptor dan akan dituangkan dalam sebuah undang-undang.

Menurut Amir, vonis rendah bagi koruptor yang terbukti bersalah sudah menjadi sorotan masyarakat.

"Tim kajian sedang berjalan, ada wacana bagi mereka yang terbukti agar mendapat hukuman yang layak. Dan itu hanya mungkin kalau revisi Undang-undang Tipikor menaikkan batas minimum hukuman bagi yang terbukti bersalah," jelas Menkumham.

Amir mengaku sadar wacana pemberian hukuman minimal lima tahun untuk para koruptor itu akan mengundang kontroversi. Namun, lanjut Amir, wacana ini dimunculkan dengan tujuan memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi. (buj)