Rabu, 23 Oktober 2019 | 01:46 WIB
Korupsi
"Hanya saja, tahap awal diprioritaskan untuk yang tahun anggaran 2009, karena nilainya lebih besar dari 2010. Tersangka pun sudah ditetapkan dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk penyitaan dokumen."
Kejari Janji Bongkar Kasus Korupsi di Distanhut Kepulauan Aru
Minggu, 6 November 2011 | 00:02 WIB
ilustrasi -
Skalanews - Kejaksaan negeri (Kejari) Kepulauan Aru akan mengungkap dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) setempat tahun anggaran 2009 senilai lebih dari Rp1 miliar.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Aru, Ronny Sinuhaji, di Dobo, Sabtu (5/11), mengatakan, surat perintah penyidikan itu disasarkan untuk mengungkap SPPD fiktif tahun anggaran 2009 dan 2010.

"Hanya saja, tahap awal diprioritaskan untuk yang tahun anggaran 2009, karena nilainya lebih besar dari 2010. Tersangka pun sudah ditetapkan dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk penyitaan dokumen," katanya.

Tersangka dalam kasus tersebut adalah Kepala Distanhut, Dominggus Limahelu, dan mantan Bendahara Dinas setempat tahun anggaran 2009, Diana Leplepen.

Dugaan tindak pidana korupsi di Distanhut Kepulauan Aru antara lain menyangkut penyetoran pajak ke BNI dan pembangunan balai penyuluhan pertanian di tujuh kecamatan.

"Jadi informasi dugaan tindak pidana korupsi tersebut belum disikapi karena diprioritaskan untuk penggunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun anggaran 2009 yang menjadi salah satu dari tiga kasus harus tuntas pada 2011," kata Ronny Sinuhaji.

Dua kasus lainnya adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Diknas tahun anggaran 2007 senilai Rp2 miliar, yang melibatkan mantan Kadisdiknas, Enos Akasia, dan Kades Rebi yang diduga melakukan penyalahgunaan Anggaran Belanja Desa (ABD) tahun anggaran 2008 dan 2009.

Disinggung soal waktu penahanan dua tersangka kasus SPPD fiktif, Ronny menyatakan hal itu sangat tergantung

pada hasil penyidikan dan pemeriksaan terhadap mereka. Dia juga mengisyaratkan, berdasarkan pengembangan penyidikan, maka peluang tersangka bertambah cukup besar.

"Itu memungkinkan karena dari pendalaman penyidikan terhadap saksi maupun materi dokumen mengarah ke sana (tersangka bertambah)," kata Ronny, yang menolak mengungkap identitas calon tersangka baru tersebut.

Ia hanya menyatakan bahwa jaksa sudah mengantongi beberapa nama, tinggal menunggu waktu untuk diumumkan," katanya menambahkan. [mad/ant]